Beda Tujuan Mark Zuckerberg Dengan Miliarder Dunia Lainnya

28 Juli 2021 15:30 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Rizky C. Septania

Pendiri media sosial Facebook Mark Zuckerberg / Facebook @zuck

JAKARTA - Sejumlah milarder dunia menginvestasikan hartanya untuk perjalanan ke luar angkasa. Sebut saja orang terkaya dunia Jeff Bezos dengan Blue Origin dan Elon Musk dengan SpaceX-nya.

Namun hal tersebut rupanya tak membuat founder Facebook, Mark Zuckerberg ikut latah. Alih-alih melakukan perjalanan ke luar angkasa seperti Star Trek atau Star Wars,  ia lebih memilih mengembangkan teknologi metaverse yang lebih futuristik layaknya Martix atau  Ready Player One.

Mengutip dari Bussines Insider pada Rabu, 28 Juli 2021, Mark mengungkapkan ambisinya menjadikan Facebook sebagai perusahaan metaverse.

Teknologi metaverse bisa disebut sebagai era masa depan setelah internet dengan menggabungkan semesta virtual dengan dunia fisik serta digital. Dalam alam metaverse, setiap orang dimungkinkan untuk melakukan interaksi secara real time.

Sebagai contoh, saat masuk ke dalam sosial media, pengguna tak lagi memerlukan banyak akun. Sebab, profil pengguna sudah terintegrasi sehingga diwajibkan untuk menjadi diri sendiri.

Menanggapi hal tersebut, wakil presiden augmented reality dan virtual Facebook Andrew Bosworth mengatakan bahwa perusahaan telah membangun tim eksekutif untuk mengawasi kemajuan menuju visi metaverse.

Menurut Andrew, pengembangan Metaverse akan berada di bawah divisi realitas virtual Facebook.

Seperti yang diketahui, teknologi AR dan VR dapat menteleportasi pengguna ke ruang virtual yang sama dengan orang lain tanpa memerdulikan jarak fisik. Meski begitu, untuk membuat metaverse diperlukan teknologi yang lebih kompleks.

"Untuk mencapai visi penuh kami tentang Metaverse, kami juga perlu membangun jaringan ikat di antara ruang-ruang ini. Anda dapat menghilangkan batasan fisika dan berpindah di antara mereka dengan mudah seperti berpindah dari satu ruangan di rumah Anda ke ruangan lain di rumah Anda,"  kata Bosworth dalam posting Facebook

Untuk memenuhi ambisinya, Mark menyebut perlu waktu setidaknya lima tahun untuk perkembangan.
 

Berita Terkait