Metland Paparkan Rencana Bisnis Usai Ciputra (CTRA) Akuisisi 15 Persen Saham MTLA

18 November 2021 14:10 WIB

Penulis: Laila Ramdhini

Editor: Laila Ramdhini

Kawasan Metland Cibitung. (Foto: metlandcibitung.co)

JAKARTA – Emiten properti PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) atau Metland menyatakan akuisisi saham perusahaan yang oleh PT Ciputra Development Tbk (CTRA) sebesar 15% belum berdampak signifikan pada tahun ini.

Presiden Direktur Metropolitan Land Anhar Sudradjat memastikan masuknya Ciputra akan meningkatkan nilai (value) untuk Metland. Sebab, emiten properti milik mendiang konglomerat Ciputra tersebut juga sudah memiliki reputasi yang baik dengan proyek berhasil di pasar.

“Kami masih menunggu arahan dari dewan komisaris untuk langkah ke depan. Tapi bisa dipastikan masukan Ciputra ke Metland akan menambah value. Jadi kami harap supaya bisnis ini akan berkembang secara baik,” ujar Anhar, saat paparan publik kinerja Metropolitan Land secara virtual, Rabu, 17 November 2021.

Sebelumnya, pada Selasa, 9 November 2021, Ciputra melalu anak usahanya PT Ciputra Nusantara memborong setara 15% saham Metland. Jumlah saham yang dibeli sebanyak 1.148.268.950 lembar dengan harga Rp320 per saham. Dengan demikian, Ciputra merogoh kocek Rp367,4 miliar.

Direktur Metropolitan Land Olivia Surodjo mengatakan masuknya Ciputra ke dalam daftar pemegang saham tidak akan banyak mempengaruhi manajemen perusahaan. Pasalnya, Pak Ci, sapaan akrab Ciputra memang merupakan pendiri Metland dan mengisi posisi komisaris hingga tutup usia. Selanjutnya, kursi tersebut diisi anaknya yakni Junita Ciputra.

Menurut Olivia, secara bisnis, Metland dan Ciputra belum memiliki rencana untuk menggarap proyek bersama. Namun demikian, pihaknya masih membuka berbagai kemungkinan yang ada untuk dijajaki ke depan.

“Apakah cadangan lahan MTLA akan dikembangkan bersama dengan CTRA? Saya rasa tidak. Tapi untuk skema kerja sama nanti kita terbuka asalkan win-win solution, menguntungkan untuk kedua pihak,” kata Olivia.

Target 2022

Lebih lanjut, Metland optimistis akan menutup tahun 2021 dengan target yang bisa tercapai, baik dari kinerja keuangan maupun proyek yang berjalan.

Hingga akhir kuartal III-2021, Metland telah meraup pendapatan marketing sales sebesar Rp1,3 triliun. Angka ini mencapai 81% dari target tahun 2021 sebesar Rp1,6 triliun. Manajemen optimistis target hingga akhir tahun bisa tercapai dengan pemasaran produk yang sedang berjalan.

Sementara itu, realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) MTLA hingga kuartal III-2021 mencapai Rp250 miliar. Angka ini sekitar 45% dari target capex 2021 sebesar Rp550 miliar.

Olivia mengatakan yakin MTLA bisa menyerap capex hingga akhir tahun. Pasalnya, Metland akan menyelesaikan proyek hotel bintang empat di Kertajati akhir 2021. Metland juga akan mengakuisisi lahan di Kertajati dan Cibitung senilai Rp100 miliar.

Pada tahun depan, Metland menargetkan pertumbuhan marketing sales sebesar 15% dari 2021. Dengan demikian, Metland membidik penjualan sekitar Rp1,85 triliun pada 2022.

Anhar menjelaskan target ini berdasarkan tren kenaikan penjualan Metland yang selalu mencapai double digit di kisaran 10%-15% setiap tahun.

Di samping itu, Metland juga optimistis industri properti akan bangkit pada awal 2022 sejalan dengan penurunan penyebaran pandemi COVID-19.

“Tahun depan kami targetkan marketing sales tumbuh 15 persen, dengan harapan industri properti akan fully recovery,” kata dia.

Menurut Anhar, sektor residensial akan semakin kuat apalagi dengan berbagai insentif yang diberikan pemerintah. Metland akan melanjutkan pemasaran klaster hunian tapak di Metland Cibitung dan Metland Puri. Selanjutnya, Metland Menteng dan Metland Transyogi juga akan meluncurkan produk hunian baru pada akhir 2021 dan 2022.

Berita Terkait