Meski Sudah Diizinkan BPOM, Kapan Vaksin COVID-19 untuk Anak-anak 6-11 Tahun Bisa Diberikan?

04 November 2021 12:08 WIB

Penulis: Justina Nur Landhiani

Editor: Sukirno

Meski Sudah Diizinkan BPOM, Kapan Vaksin COVID-19 untuk Anak-anak 6-11 Tahun Bisa Diberikan? Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (Trenasia.com)

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi telah memberikan izin penggunaan vaksin COVID-19 Sinovac untuk anak-anak usia 6 sampai 11 tahun. Vaksin Sinovac adalah vaksin Coronavac yang diproduksi oleh Sinovac Life Science Co., Ltd China, dan juga Vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero).

Badan POM bersama dengan Tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin COVID-19 juga sedang mempertimbangkan hasil studi klinik fase I/II dan fase IIb, dari aspek imunogenisitas dan keamanan, memutuskan bahwa penggunaan vaksin COVID-19 Sinovac pada anak usia 6 sampai 11 tahun dengan pemberian dosis medium (600 SU) dapat diterima.

Dengan adanya izin ini, maka akan semakin menambah jumlah orang yang mendapat vaksin. Hal ini juga menjadi faktor yang mendukung suksesnya program vaksinasi yang telah dicanangkan pemerintah untuk mempercepat terbentuknya herd immunity.

Lalu, kapan pemberian vaksin COVID-19 kepada anak-anak?

Seperti yang dilansir dari situs resmi covid19.go.id, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan pemberian vaksin COVID-19 pada anak usia 6 sampai 11 tahun akan dilakukan setelah cakupan vaksinasi nasional tercapai.

Sebagaimana yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) bahwa vaksin anak akan diberikan setelah cakupan dosis pertama nasional melebihi 70% dari total sasaran target vaksinasi dan lebih dari 60% populasi lansia.

"Vaksinasi ini dimulai dari kabupaten/kota yang telah memenuhi target tersebut. Kemudian pemerintah berusaha mencapai target ini di akhir tahun 2021," Wiku menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers di Graha BNPB, Selasa, 2 November 2021, yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, seperti yang dikutip dari situs resmi covid19.go.id pada 4 November 2021.

Pemerintah menargetkan vaksinasi pada anak menyentuh angka sekitar 26,4 juta orang sesuai dengan kebutuhan dua dosis per orang. Vaksinasi pada target akan menjadi wajib dalam rangka melindungi diri sendiri dan orang lain disekitarnya.

"Mengingat kegiatan aktivitas sosial masyarakat termasuk di sektor pendidikan secara bertahap kembali berjalan normal," pungkas Wiku.

Berita Terkait