Pendapatan Mitra Adiperkasa Diprediksi Jeblok Akibat PPKM Darurat

20 Juli 2021 11:53 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Suasana pengunjung dan tenant di pusat perbelanjaan Mal Kasablanka, Jakarta, Rabu, 23 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Pemerintah telah resmi menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3 Juli 2021. Hal ini pun berdampak pada kegiatan usaha, terutama pada sektor ritel.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Christine Natasya mengatakan aturan ini sangat membebani pendapatan para pelaku ritel lokal, terutama yang berada di dalam mal. Lebih buruk lagi, ia memperkirakan PPKM Darurat akan diperpanjang setidaknya hingga akhir Juli 2021.

Dengan kondisi itu, ia memangkas perkiraan pendapatan salah satu emiten ritel, yakni PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebesar 13,6% sepanjang tahun 2021. Hal ini didasarkan dari menurunnya ekspentasi pendapatan perseroan pada kuartal III-2021.

Christine memproyeksikan pendapatan perseroan pada periode kuartal ketiga tahun ini lebih rendah sekitar 30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun, ia memperkirakan top line MAPI tumbuh 6,5% secara tahunan. 

“Sementara itu, untukbottom line positif di angka Rp257,8 miliar karena kami sebelumnya memangkas perkiraan laba bersih sebesar 28 persen,” kata dia melalui riset yang diterima Trenasia.com, Senin, 19 Juli 2021.

Di sisi lain, kontribusi penjualan daring terhadap pendapatan MAPI meningkat 10,9% selama periode kuartal pertama 2021 berbanding 3,1% pada kuartal I-2020. Kendati begitu, Christine melihat risiko pendapatan yang lebih rendah dari toko offline karena adanya PPKM Darurat ini.

“Sehingga kami menurunkan rekomendasi MAPI menjadi trading buy dari sebelumnya buy,” pungkasnya.

Berita Terkait