Meski Eropa Musuhi Rusia, Emasnya Masih Membanjiri Swiss

21 September 2022 11:41 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Ananda Astri Dianka

Produk Emas HRTA (Screenshoot hartadinataabadi.co.id)

ZURICH - Impor emas Rusia di  Swiss mencapai titik tertinggi selama lebih dari dua tahun pada bulan Agustus. Ini terjadi karena investor memandang pusat penyulingan dan transit emas global sebagai sarana yang berpotensi untuk melakukan penjualan kembali.

Menurut data bea cukai Swiss, sekitar 5,7 ton emas batangan Moskow yang telah disuling di Inggris senilai  US$320 juta  atau kisaran Rp4, 8 teriliun (asumsi kurs Rp14. 900) tiba di negara itu pada Agustus. Jumlah ini merupakan yang terbesar sejak April 2020.

Lonjakan impor merupakan pertanda bahwa  investor yang memiliki emas batangan asal Rusia meleburnya di kilang emas Swiss dan Inggris untuk kemudian dijual kembali.

Perlu diketahui, Rusia adalah penambang emas terbesar kedua di dunia, tetapi produksinya menurun sejak invasi Moskow ke Ukraina. Setelah invasi terjadi, baik AS, Uni Eropa dan Swiss menyetujui larangan ekspor emas dari Rusia. Namun, emas yang sudah terlanjur dikirim pada Agustus tak termasuk.

Meski begitu, emas Rusia masih memiliki  stigma yang berusaha dihindari oleh investor. Karena itu,  ratusan ton emas yang ditambang di Rusia akan tetap disimpan di Inggris, Swiss, dan AS.

Walau mendapat sanksi dari Eropa, Negara Sahabat Rusia yakni China tetap bersedia untuk mengimpor emas dari Negeri Beruang Merah. Tapi, impor dilakukan pada tingkat yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. 

Berdasarkan laporan Insider pada Rabu, 21 September 2022, Beijing mengimpor 0,3 ton emas Rusia pada Agustus lalu. 
 

Berita Terkait