Meriahkan Sidang Transisi Energi G20, Menteri ESDM Pimpin Konvoi Motor Listrik di Jogja

25 Maret 2022 01:45 WIB

Penulis: Muhammad Farhan Syah

Editor: Rizky C. Septania

Menteri ESDM Arifin Tasrif pimpin konvoi motor hasil konversi BBM ke listrik bersama Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Arifin Tasrif di Yogyakarta. (Kementerian ESDM)

JAKARTA – Dalam memeriahkan sidang transisi energi yang merupakan salah satu agenda dalam gelaran event Energy Transition Working Group atau ETWG pada Presidensi G20, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memimpin iringan konvoi motor listrik di Yogyakarta.

Konvoi motor hasil konversi bahan bakar minyak (BBM) menjadi listrik tersebut juga diikuti oleh Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) Darmawan Prasodjo bersama dengan puluhan motor listrik lainnya. Tercatat ada sebanyak 31 motor hasil konversi dan 36 motor lisrik lainnya yang ikut dalam iring-iringan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Arifin menyampaikan bahwa konversi motor dari BBM ke listrik tersebut bisa menghemat impor minyak mentah yang dilakukan Indonesia, serta juga mengurangi emisi karbon. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia sebagai tuan rumah dari Presidensi G20.

"Konversi ini akan terus kita intensifkan. Semoga dengan adanya konversi ini juga bisa mendorong industri kendaraan listrik bisa semakin berkembang. Sehingga motor listrik bisa dibuat dalam negeri dan bisa meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)," ujar Arifin.

Arifin menjelaskan bahwa selama ini kementerian ESDM sudah melakukan program konversi motor listrik sebanyak 100 unit di tahun 2021. Adapun, rencannya Kementerian ESDM akan meningkatkan target konversi motor listrik tersebut dari tahun sebelumnya menjadi sebanyak 1000 unit motor di tahun 2022.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada lebih dari 100 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKLU) yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, adapun sebanyak 85% dari SPKLU yang ada tersebut pun kini sudah menggunakan sistem home charging.

Dengan adanya penggunaan kendaraan berbasis energi listrik tersebut, diperkirakan pemerintah dapat menghemat impor minyak sebanyak 1,5 juta barel per hari. Bahkan jika seluruh kendaraan berbasis BBM diganti menjadi berbasis listrik, potensi penghematannya bisa mencapai 240 Juta liter BBM per hari.

"Kalau 120 juta kendaraan menggunakan konsumsi BBM dua liter per hari, kalau dalam 10 tahun kita ganti semua kendaraan berbahan bakar BBM ke listrik, akan menghemat 240 juta liter BBM per hari," terang Arifin.

Sementara itu, untuk mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik di dalam negeri, PLN berkomitmen akan terus melakukan pengembangan infrastruktur kendaraan listrik salah satunya dengan memperbanyak Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di berbagai wilayah di Indonesia.

"Dari tahun ke tahun jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan SPBKLU akan terus ditambah untuk bisa mendukung ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air," jelas Darmawan.

Hingga Februari 2022, total SPKLU telah beroperasi secara nasional sebanyak 267 unit di 195 lokasi. Adapun total SPKLU yang dimiliki PLN sebanyak 120 unit dan tersebar di 92 lokasi.

Adapun hingga akhir tahun 2022 ini, PLN menargetkan dapat menghadirkan 4.900 SPBKLU dan 580 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik.

 

Berita Terkait