Menyambut HUT Ke-52, Jamkrindo Dukung Transformasi Digitalisasi UMKM

29 Juni 2022 18:26 WIB

Penulis: Agnes Yohana Simamora

Editor: Laila Ramdhini

Kepala Bagian Pemberdayaan UMKM dan Lingkungan Jamkrindo Nenden Kania Puji Asri (tengah) serta Brand Strategist dan Content Creator Agatha Oktavina (kanan) memberikan materi pelatihan tentang pemanfaatan platform digital kepada pelaku UMKM dalam Coaching Clinic Jamkrindopreneur dengan tema “Transformasi Digitalisasi UMKM Naik Kelas” (PT Jaminan Kredit Indonesia (PT Jamkrindo))

JAKARTA – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menyelenggarakan Coaching Clinic Jamkrindopreneur dengan tema “Transformasi Digitalisasi UMKM Naik Kelas” pada Selasa, 28 Juni 2022.  Kegiatan ini dihadiri oleh para pelaku UMKM dan mengundang Brand Strategist dan Content Creator Agatha Oktavina sebagai pengisi materi acara.

Sekretaris Perusahaan Abdul Bari mengatakan, melalui kegiatan tersebut, diharapkan para UMKM semakin sadar mengenai urgensi dan cara pemanfaatan platform digital yang efektif, sehingga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis mereka. Hal ini juga merupakan bentuk dukungan Jamkrindo sebagai  perusahaan penjaminan kredit terbesar di Indonesia terhadap target pemerintah untuk membawa 30 juta pelaku UMKM masuk ke dalam ekosistem digital pada 2024.

“Pelatihan ini merupakan bentuk kepedulian Jamkrindo untuk para UMKM. Kami harapkan kegiatan ini bermanfaat bagi para peserta dalam mengembangkan bisnis serta meningkatkan kapabilitas dan produktivitas mereka kedepannya sehingga bisa naik kelas,” ujar Abdul Bari dalam siaran pers, Rabu, 29 Juni 2022.

Adapun fokus materi yang disampaikan dalam kegiatan coaching clinic ialah mengenai cara membuat konten produk dan pemasaran yang efektif di media sosial sehingga dapat menarik minat calon konsumen.  

Agatha menjelaskan pelaku UMKM harus memperhatikan sejumlah faktor yang meliputi karakteristik produk, nilai tambah yang akan diperoleh konsumen, target pembeli, keunggulannya dalam melakukan promosi di platform digital serta platform digital untuk mempromosikan produknya.

“Para pelaku UMKM dituntut konsisten dalam memproduksi konten produknya dengan menerapkan review and trial error. Terpenting, ialah teman-teman harus bisa menyiasati konten yang akan dipublikasikan sesuai dengan target yang sudah ditentukan,” kata Agatha dalam coaching clinic.

Hariyanti, pelaku UMKM dari CV Khansa Mandiri, Sulawesi Selatan, menyatakan bahwa ia mendapatkan banyak manfaat dari pendampingan yang dilakukan Jamkrindo selama ini. Dampak positif yang secara langsung ia rasakan adalah pertumbuhan bisnis yang signifikan.

“Dengan fasilitas binaan Jamkrindo, kami rajin mengikuti berbagai kegiatan sehingga mendapatkan kepercayaan dari perusahaan luar negeri. Perusahaan kami bertumbuh dengan baik,” kata Hariyanti.

Sebagai perusahaan penjaminan kredit, selain memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, Jamkrindo juga menyediakan  layanan penjaminan kredit KUR yang inovatif, kompetitif dengan pelayanan profesional, efektif dan efisien secara berkelanjutan. 

Hingga Mei 2022, Jamkrindo telah merealisasikan volume penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 82,6 triliun atau naik 65% dari periode yang sama tahun sebelumnya (yoy), dengan jumlah UMKM yang dijamin sebanyak 1,84 juta UMKM.

Untuk penjaminan Kredit Modal Kerja (KMK) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sejak program tersebut diluncurkan pada Juli 2020, Jamkrindo bersama anak usahanya PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar) telah mencatatkan penjaminan senilai Rp26,32 triliun hingga Mei 2022. Dengan rincian Jamkrindo senilai Rp17,88 triliun dan Jamsyar sebesar Rp8,34 triliun.

Sebagai perusahaan penjaminan kredit yang tergabung dalam holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo memiliki berbagai produk, baik produk penjaminan program maupun penjaminan non-program. Pada penjaminan program, Jamkrindo memiliki produk penjaminan KUR dan penjaminan KMK dalam rangka program PEN. 

Untuk non-program, produk penjaminannya adalah penjaminan kredit umum, penjaminan kredit mikro, penjaminan kredit konstruksi dan pengadaan barang/jasa, penjaminan distribusi barang. Kemudian surety bond, customs bond, penjaminan supply chain financing (invoice financing), dan penjaminan kredit lainnya. 

Berita Terkait