Menuju Terbaik di Dunia, Labuan Bajo Ngebut Bersolek

March 18, 2021, 11:05 AM UTC

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT)/ traveloka.com

JAKARTA – Kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah bersolek untuk menjadi destinasi waterfront atau tepi laut terbaik dunia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menunjuk perusahaan pelat merah bidang konstruksi, PT Brantas Abipraya (Persero) untuk menyulap kawasan Pantai Marina Bukit Pramuka di Labuan Bajo.

Pembangunan kawasan tersebut telah dimulai sejak 29 September 2020. Enam bulan berselang, progres pengerjaan kawasan Pantai Marina Bukit Pramuka mencapai 13,67%. Sekretaris Perusahaan Brantas Abirpraya, Miftakhul Ans menyebut pihaknya tengah mengebut pembangunan agar bisa rampung pada akhir tahun ini.

“Kami kebut pengerjaan proyek ini agar dapat tuntas sesuai targetnya yaitu akhir tahun ini. Kerja cepat, namun dalam penyelesainnya kami berfokus pada mutu, kualitas, serta tak luput mengutamakan kesehatan dan keselamatan para pekerja proyek,” ujar Miftakhul dalam keterangan resminya, Rabu 17 Maret 2021.

Brantas Abipraya mengerjakan dua dari lima zona penataan waterfront city Labuan Bajo. Pengerjaan di zona tiga meliputi pembangunan terminal penumpang, pusat informasi wisata, kantor dan ruang tunggu. Sebagai gerbang awal destinasi, Brantas Abipraya menyiapkan pembangunan amphitheater atau gelanggang terbuka zona ini. Ide ini mencuat untuk membuka kesempatan pelaku seni pertunjukan lokal agar memiliki kesempatan unjuk diri kepada wisatawan.

Sementara itu, zona lima yang dibangun merupakan kawasan perdagangan di destinasi wisata super prioritas ini. Pembangunan ini termasuk menyiapkan kios bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat.

“Kami sangat serius dalam mendorong pengembangan Labuan Bajo menjadi destinasi wisata premium. Sehingga, harapannya Labuan Bajo akan semakin ramai didatangi oleh wisatawan lokal maupun mancanegera,” tambahnya

Destinasi Lain Tunggu Duit Investor

Sementara itu, destinasi superi prioritas lain di Likupang, Sulawesi Utara masih menunggu dana investor untuk menggenjot pembangunan. Kawasan ini masuk ke dalam destinasi super priorotas yang juga tengah dikebut pembangunannya oleh pemerintah.

Likupang sendiri masuk ke dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dari pembangunan destinasi super prioritas ini, nilai investasi diestimasikan sebesar Rp5 triliun hingga 2040.

Secara keseluruhan, pembangunan KEK Likupang diperkitakan akan menelan biaya hingga Rp2,1 triliun. Saat ini, tengah dilakukan pembangunan tahap pertama di lahan seluas 92,89 hektare. Pembangunan tahap satu ditargetkan rampung dalam tiga tahun dan punya nilai investasi sebesar angka Rp914 miliar.

Pembangunan yang direncanakan tiga tahap ini bakal dikembangkan oleh PT Minahasa Permai Resort Development. KEK Likupang menawarkan prospek investasi melalui industri dan jasa pariwisata bertaraf internasional. Peluang Investasi di KEK Likupang di antaranya ialah sustainability concecpt dan Smart Tourist Destination (STD), hingga Cultural Village.

“Tahun ini adalah tahun penyiapan, dan tahun depan mudah-mudahan kita bisa memulai satu kegiatan yang konkret sehingga sebelum tahun 2024 sebagian dari fase KEK Likupang ini sudah bisa terbangun,” Kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam penandatanganan kerja sama PT Minahasa Permai Resort Development dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Senin 8 Maret 2021.

Di tahun ini, sektor pariwisata diharapkan Menparekraf Sandiaga Uno bisa kembali pulih. “Kita harapkan pembangunan tersebut tidak hanya terbatas kepada meningkatnya pendapatan daerah dan masyarakat sekitar, tetapi juga harus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta sosial budaya dan lingkungan terjaga dengan baik,” pungkas Sandiaga Uno.