Menuju Namco, PPA Fokus Garap Pengelolaan NPL Perbankan

03 Januari 2022 22:30 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rizky C. Septania

Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk JF Hasudungan menjadi Direktur Special Asset (Kementerian BUMN)

JAKARTA -PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sejak tahun 2021 mulai bertransformasi menjadi National Asset Management Company (NAMCO). Salah satu bisnis yang menjadi fokus perusahaan pelat merah ini adalah pengelolaan non performing loan (NPL) perbankan.

Direktur Utama PPA Yadi Jaya Ruchandi mengatakan sesuai marwah bisnisnya yakni mengoptimalisasi aset negara, perusahaan yang segera berganti wajah menjadi NAMCO ini akan fokus pada 3 pilar bisnis, pengelolaan NPL perbankan, special situations fund (SSF) serta restrukturisasi dan revitalisasi BUMN.

Tahun lalu merupakan periode penting di mana PPA melakukan sejumlah perbaikan dan penyempurnaan untuk memperkuat fondasi perusahaan yang sedang bertransformasi melalui 3 pilar bisnis. 

"Upaya tersebut membuahkan kinerja positif di mana PPA mencatatkan laba bersih induk yang melampaui target 2021 hingga empat kali lipat,” kata dia dalam website resmi Kementerian BUMN seperti dikutip Senin, 3 Januari 2022. 

Ditambahkan, pada tahun 2021, PPA berhasil menuntaskan pengelolaan aset berkualitas rendah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Aset dan Penguatan Struktur Permodalan Bank Muamalat pada 15 November 2021. 

Dalam transaksi tersebut, PPA juga membantu Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam proses menjadi pemegang saham mayoritas yang merupakan bagian dari penguatan struktur permodalan Bank Muamalat. Saat ini BPKH menjadi pemegang mayoritas saham Bank Muamalat dengan kepemilikan 78,45%.

Pengelolaan aset berkualitas rendah Bank Muamalat ini merupakan tonggak sejarah bagi PPA dalam mendukung penguatan sistem perbankan di Indonesia.  Skema penyelesaian aset berkualitas rendah dengan aset produktif (asset swap) ini diharapkan dapat menjadi solusi dan membuka peluang yang luas untuk bersinergi dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun swasta.

PPA terus melakukan pengelolaan aset non produktif secara signifikan, pengelolaan risiko, dan perbaikan kualitas portfolio aset guna meningkatkan likuiditas Perusahaan. 

“Penguatan kinerja PPA tersebut semakin meningkatkan kepercayaan Lembaga Pemeringkat yang memberikan PPA rating AA (Fitch Ratings dan Pefindo) dari sebelumnya rating A oleh Pefindo di tahun 2020,” tambah Yadi.

Berita Terkait