Menkominfo: Presidensi G20 Perkuat Agenda Transformasi Digital

23 November 2021 07:36 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Vega Aulia

Presiden Joko Widodo saat berbincang dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam KTT G20 pada 2019 / Dok. Setneg (Setneg.go.id)

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menilai, Presidensi G20 Indonesia merupakan momentum yang dapat membawa manfaat ekonomi sekaligus mendorong akselerasi agenda transformasi digital Indonesia. 

Sebab, forum G20 sebagai Forum Ekonomi utama global memiliki posisi strategis karena secara kolektif mewakili sekitar 65% penduduk dunia, 79% perdagangan global, dan setidaknya 85% perekonomian dunia.

“Presidensi G20 Indonesia diestimasikan dapat membawa manfaat ekonomi selama pelaksanaan G20,” kata Johnny dalam Rapat Streamlining Isu Digital Forum G20, Senin 22 November 2021.

Manfaat ekonomi itu berupa peningkatan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun, penambahan produk domestik bruto (PDB) nasional hingga Rp7,4 triliun. Serta pelibatan UMKM dan penyerapan tenaga kerja sekitar 33.000 orang di berbagai sektor.

"Diperkirakan 1,5 sampai 2 kali lebih besar dari pelaksanaan International Monetary Fund & World Bank Group (IMF-WBG) Annual Meetings 2018 di Bali," ujar dia.

Ia juga menegaskan, penyelenggaraan Presidensi G20 dapat mendorong agenda transformasi digital di Indonesia, antara lain mengadvokasi agenda dan kepentingan Indonesia termasuk mewujudkan fair level playing field antara negara maju dan berkembang.

Selain itu, Presidensi G20 juga akan memiliki manfaat bagi pelaku industri serta inovasi teknologi digital di Indonesia. Seperti menjadi melting pot bagi pelaku industri dan regulator lintas sektor untuk melakukan optimalisasi teknologi digital dan showcasing potensi, inovasi, dan kreativitas Indonesia dalam pemanfaatan teknologi digital.

Bahkan, peningkatan status Digital Economy Task Force (DETF) menjadi Digital Economy Working Group (DEWG) membuka peluang bagi Indonesia menjadi pemimpin pembahasan kebijakan ekonomi digital global.

"Elevasi DETF menjadi DEWG memberi kesempatan bagi Indonesia untuk memimpin diskusi pembahasan kebijakan ekonomi digital global dengan komitmen antarnegara anggota G20 yang lebih kuat," tegas Menteri Johnny.

Seperti diketahui, Indonesia meneruskan estafet keketuaan atau presidensi G20 dari Italia dan untuk pertama kalinya akan memegang presidensi G20 pada tahun 2022. KTT G20 di Indonesia rencananya akan digelar di Bali pada 30-31 Oktober 2022.

Penyerahan presidensi tersebut dilakukan pada sesi penutupan KTT G20 Roma yang berlangsung di La Nuvola, Roma, Italia, pada Minggu, 31 Oktober 2021. Perdana Menteri Italia Mario Draghi secara simbolis menyerahkan palu kepada Presiden Joko Widodo yang kemudian mengetukkan palu tersebut. 

Berita Terkait