Menkes: Vaksinasi Tahap 2 Sasar Pasar, Perkantoran, hingga Mal

February 18, 2021, 12:32 AM UTC

Penulis: Sukirno

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, saat menjadi salah satu penerima awal pada vaksinasi COVID-19 Perdana bersama Presiden, Rabu, 13 Januari 2021, di teras Istana Merdeka, Jakarta. / Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.

JAKARTA – Vaksinasi tahap kedua yang dimulai Rabu, 17 Februari 2021, akan menyasar pasar, perkantoran, pelayanan publik, TNI/Polri, hingga pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi orang.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sebanyak 115 pasar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) akan menjadi tempat vaksinasi COVID-19 massal yang akan diberikan pada pedagang.

“Kita nanti akan masuk ke semua pasar di Jakarta secara bertahap, di Jabodetabek ada 115 pasar kita akan lakukan secara bertahap,” kata Menkes Budi dalam keterangannya di tempat vaksinasi massal Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, dilansir Antara, Rabu, 17 Februari 2021.

Menkes menjelaskan model pusat vaksinasi massal bagi masyarakat di pasar ini nantinya akan jadi model dan ditiru oleh provinsi-provinsi lain dalam proses penyuntikan.

Budi menerangkan pihaknya telah menyiapkan empat tipe penyuntikan vaksin COVID-19 untuk memudahkan dan mempercepat program vaksinasi. Tipe yang pertama di mana masyarakat datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi.

Model yang kedua, tim dari Kementerian Kesehatan akan datang langsung ke kantor-kantor atau tempat masyarakat bekerja untuk melakukan vaksinasi dengan metode jemput bola. Khusus TNI-Polri, Kementerian Kesehatan akan menyerahkan vaksin secara langsung karena kedua institusi tersebut memiliki sumber daya manusia untuk melakukan vaksinasi terhadap anggotanya.

Model yang ketiga, tim Kementerian Kesehatan akan datang ke pusat-pusat keramaian untuk memberikan vaksinasi COVID-19 pada masyarakat. Dan yang keempat dengan membuat satu tempat yang dijadikan pusat vaksinasi massal dan masyarakat yang akan mendatangi pusat vaksinasi massal tersebut.

“Keempat model penyuntikan ini kita atur tergantung jenis pekerjaannya,” kata Menkes.

Program vaksinasi tahap dua untuk masyarakat yang bekerja di sektor publik dan lansia mulai dilakukan pada hari ini dimulai dengan penyuntikan bagi pedagang pasar. Sebanyak 9.700 orang terdaftar pada hari ini untuk divaksinasi.

Pedagang hingga Wartawan

Pemerintah memprioritaskan sejumlah kalangan yang bekerja dalam bidang pelayanan publik untuk program vaksinasi COVID-19 tahap kedua mulai dari pedagang di pasar, tokoh agama, aparat keamanan, hingga wartawan.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan sejumlah kalangan menjadi prioritas pemberian vaksin COVID-19 karena dinilai sebagai kelompok yang rentan tertular dan berisiko apabila tertular.

Dalam program vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang akan dimulai pada 17 Februari 2021, kelompok yang diprioritaskan adalah lansia, pedagang di pasar, tenaga pendidik seperti guru dan dosen , tokoh agama atau penyuluh agama, wakil rakyat, pejabat pemerintah, ASN, aparat keamanan, pekerja pariwisata, pekerja pelayanan publik, pekerja transportasi publik, atlet, serta wartawan dan pekerja media.

Nadia mengatakan program vaksinasi COVID-19 tahap kedua akan dimulai pada pedagang di pasar di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat dan akan berlangsung selama empat hari. Selanjutnya, program vaksinasi tahap kedua akan berjalan hingga April 2021.

“Sebagai penyuntikan perdana vaksinasi tahap dua, kita mulai dengan vaksinasi pedagang pasar. Karena pedagang pasar menjadi salah satu kelompok yang bertugas memberikan pelayanan publik, kita akan mulai besok selama empat hari untuk pemberian vaksinasi, kita mulai di Pasar Tanah Abang,” kata Nadia.

Dia menyebutkan vaksinasi tahap kedua akan menggunakan vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero) di Bandung Jawa Barat dengan menggunakan bulk atau bahan baku vaksin buatan Sinovac. Pemberian vaksinasi juga mempertimbangkan ketersediaan vaksin COVID-19 saat ini.

Untuk program vaksinasi tahap dua, pemerintah memprioritaskan untuk mengalokasikan 70% vaksin yang ada untuk vaksinasi pada tujuh provinsi di Pulau Jawa dan Bali, sementara 30% sisanya untuk di luar Pulau Jawa dan Bali. Nadia mengatakan pemerintah memprioritaskan pemberian vaksin di tujuh provinsi yang memiliki angka kasus dan angka penularan COVID-19 yang tinggi.

Saat ini vaksinasi COVID-19 untuk tenaga kesehatan sudah mencapai 1,1 juta orang dari target sekitar 1,5 juta tenaga kesehatan di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan untuk memvaksinasi 70% penduduk Indonesia atau total 181,5 juta orang untuk menciptakan kekebalan kelompok guna menghentikan pandemi COVID-19 di Tanah Air. (SKO)