Menjaga Kelestarian Ekosistem Laut, Jadi Kunci Temas (TMAS) untuk Bisnis Berkelanjutan

05 Oktober 2022 18:02 WIB

Penulis: Feby Dwi Andrian

Editor: Fakhri Rezy

Temas Tbk (https://adm.temasline.com/storage/uploads/images/slider/kl14T08iBtzJMHkq8Soh4VMSElHOAJ2VCGKSmcka.jpg)

JAKARTA - Menjaga kelestarian laut beserta ekosistemnya merupakan langkah dari PT Temas Tbk (TMAS) menerapkan environment, social, and governance (ESG) dalam bidang angkutan laut.

Direktur Utama PT Temas Tbk Faty Khusumo menyampaikan, saat ini perusahaan terus berupaya menjaga kelestarian laut beserta ekosistemnya.

"Maka dengan demikian alam pun akan menyediakan keperluan kita," kata Faty dalam laporan berkelanjutan pada Rabu, 5 Oktober 2022.

Ia menyadari betapa pentingnya mengambil tindakan sedini mungkin untuk menjaga bumi.

Menurutnya, setiap tindakan dan kebijakan yang TMAS ambil sekarang akan berdampak pula pada kelangsungan hidup generasi yang akan datang.

Perusahaan juga berkomitmen untuk mengurangi dampak lingkungan melalui penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab yang bertujuan untuk mengurangi limbah, polusi dan meningkatkan efisiensi energi.

Semua itu bertujuan untuk membangun ekosistem yang sehat dan aktivitas yang berkelanjutan.

"TMAS memastikan seluruh aktivitas operasional diatas kapal sesuai dengan International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL) yang mengatur pencegahan pencemaran lingkungan laut oleh kapal dari penyebab operasional atau tidak disengaja," ungkap Faty.

Ia melanjutkan bahwa hal tersebut melibatkan limbah tidak berbahaya dan berbahaya serta polusi udara yang dihasilkan dari armada perseroan.

Salah satu bentuk tanggung jawab yang diambil dalam hal pelestarian ekosistem laut tercermin di dalam sebuah pernyataan Kebijakan Keselamatan dan Perlindungan Lingkungan yang bersifat mengikat bagi seluruh personil di perusahaan, baik di darat maupun di kapal.

Kebijakan tersebut ditinjau secara berkala sebagai bagian pokok dari proses kajian manajemen untuk memastikan apakah kebijakan masih relevan atau tidak.

Kebijakan itu tertuang di dalam Petunjuk Sistem Manajemen Keselamatan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari empat pilar International Maritime Organization (IMO) yaitu:

- International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS);

- International Convention on Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW)

- The International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL)

- Maritime Labour Convention (MLC)

"Semua kapal-kapal yang dioperasikan oleh perseroan telah lolos verifikasi audit secara berkala. Hal ini dinyatakan dengan adanya sertifikat Safety Management Certificate yang valid di atas kapal dan sertifikat Document of Compliance untuk penerapan sistem di darat/kantor," tambah Faty.

Faty juga mengungkapkan pada tahun 2021, TMAS tengah menyusun suatu kebijakan sistem manajemen lingkungan jangka panjang untuk menetapkan standar operasi perusahaan dalam melakukan penilaian dan mengambil tindakan-tindakan terkait pencemaran lingkungan hidup.

Beberapa kebijakan yang telah berjalan dan hal yang akan diatur dalam kebijakan tersebut antara lain:

- Ballast Water System

Sesuai dengan aturan yang berlaku untuk kapal trayek internasional, beberapa kapal perseroan yang melayani rute internasional telah dilengkapi dengan Ballast Water Management System dan Ballast Water Treatment System. Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, BWMS dapat mulai diterapkan baik untuk kapal trayek internasional maupun nasional.

- Pencegahan pencemaran laut dengan menggunakan cat anti-fouling

- Pencegahan pencemaran dengan Sewage Treatment

- Pencegahan pencemaran dengan Oil Water Separator (OWS)

- Pencegahan pencemaran dengan pembuangan sampah sesuai dengan regulasi IMO (Garbage Management Plan) dan di record

- Pencegahan pencemaran udara dengan menggunakan Low Sulfur Fuel

"Konsumsi utama energi perseroan terdiri dari konsumsi energi listrik dan bahan bakar. Kedua jenis energi tersebut digunakan utnuk mendukung kegiatan operasional perusahaan dan fasilitas pendukung perusahaan," tambah Faty.

Lebih lanjut menurut Faty, bahan bakar minyak (BBM) digunakan bagi kendaraan operasional perusahaan untuk mendukung kegiatan kerja dinas lapangan dan bunker sebagai bahan bakar kapal milik perusahaan.

Selain itu, TMAS juga menggunakan solar sebagai bahan bakar alat-alat berat yang digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan.

Kapal perusahaan yang melayani rute luar negeri telah menggunakan bahan bakar very low sulphur fuel oil (VLSFO) dengan kadar sulfur maksimal 0,5% dan low sulphur marine gas oil (LSMGO) dengan kadar sulfur maksimal 0,1% sesuai dengan ketentuan Annex VI dalam IMO 2020 tentang penggunaan bahan bakar low sulfur di dunia.

Sedangkan kapal yang melayani rute pelayanan domestik kapal perseroan menggunakan bahan bakar MFO dan HSD.

Selain bahan bakar, TMAS menggunakan listrik sebagai salah satu energi uama dalam menunjang aktivitas perusahaan. Selama tahun 2021, konsumsi listrik yang digunakan oleh perusahaan meningkat 2,1% dibandingkan dengan tahun 2020.

Peningkatan tersebut terjadi karena mekanisme work from home (WFH) yang dilakukan perusahaan di tahun 2020 akibat pandemi COVID-19. Sedangkan pada tahun 2021 kegiatan WFH di kantor TMAS mulai berkurang karena pemerintah mengizinkan 11 sektor usaha yang termasuk dalam bidang esensial melakukan kegiatan work from office (WFO) dengan maksimum 50% staff yang hadir dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

TMAS juga menerapkan kebijakan penghematan energi dengan cara mematikan listrik dan lampu jika ruangan kantor sudah kosong, mematikan air conditioner (AC) pada saat jam pulang kerja dan selalu memastikan alat-alat elektronik dalam keadaan mati pada saat tidak digunakan.

"Perusahaan menjunjung tinggi prinsip eco-friendly dalam menjalankan aktivitas perkantoran. Salah satunya dengan menerapkan sistem penggunaan kertas daur ulang dan pemakaian kembali kertas bekas yang masih dapat digunakan guna meminimalisir penggunaan kertas baru," ungkap Faty.

Faty juga mengimbau para karyawan di TMAS untuk membawa wadah air minum masing-masing (tumbler maupun gelas) yang dapat digunakan pada saat meeting atau jam kerja sehari-hari dan menyediakan tempat pengisian air minum bagi karyawan.

Selain itu, manajemen gedung TMAS juga menerapkan kebijakan untuk menggunakan barang sisa dari kapal yang masih layak pakai sesuai standard pembangunan untuk melakukan perbaikan-perbaikan di gedung perusahaan.

Perusahaan juga memaksimalkan beberapa bangunan gedung yang sudah tidak digunakan lagi dengan cara melakukan restorasi ruang-ruang kosong untuk menunjang aktivitas operasional TMAS dan menggunakan kembali bahan-bahan bangunan yang masih layak pakai untuk melakukan perbaikan-perbaikan terhadap gedung kantor utama perusahaan.

Bahan bangunan yang digunakan berupa cat, dan besi-besi layak pakai guna meminimalisir limbah yang dihasilkan oleh TMAS.

Selain dalam hal memaksimalkan pemakaian kembali barang-barang yang masih bisa dipakai, dalam aspek sosial terutama keberagaman karyawan, per Desember 2021, TMAS memiliki 1.194 karyawan kantor dan 898 awak kapal.

"Komposisi karyawan laki-laki di kantor sebanyak 934 orang atau 72% lebih banyak dari karyawan perempuan sebanyak 276 orang," kata Faty.

Faty menegaskan komposisi awak kapal pria sebanyak 882 orang atau 98% lebih banyak dari awak kapal perempuan sejumlah 16 orang. Dengan pengelolaan SDM yang baik, TMAS optimis untuk tetap bertahan dan mencapai keberhasilan di era pandemi ini.

Prinsip kesetaraan kesempatan bekerja selalu menjadi dasar perusahan dalam memilih insan terbaik untuk menjadi bagian dari karyawan perusahaan. Dalam proses rekrutmen tersebut, perusahaan selalu memastikan tidak adanya diskriminasi dalam setiap lingkungan kerja perusahaan.

Kemudian pada tahun 2021, TMAS berkomitmen untuk meningkatkan inovasi dan melakukan transformasi digital dalam melakukan kegiatan usahanya.

Melalui proses digitalisasi tersebut, diharapkan secara perlahan seluruh transaksi dan prosedur pemesanan akan menjadi lebih efektif, efisien serta mengurangi dampak lingkungan seperti pengurangan penggunaan kertas. Beberapa adaptasi inovatif yang TMAS lakukan adalah:

- Penggunaan aplikasi Infor untuk melakukan pencatatan pembayaran dan aset perusahaan dengan tujuan untuk melakukan efisiensi bisnis. Lewat aplikasi Infor, perusahaan dapat melakukan pengawasan terhadap kegiatan operasional bisnis secara terintegrasi dan sekaligus mengurangi penggunaan kertas dan tinta dalam menjalankan aktivitas usaha perseroan

- Peluncuran aplikasi booking online KlikTemas pada tanggal 11 Juni 2021. Melalui peluncuran aplikasi tersebut, pelanggan dapat melakukan pemesanan dengan lebih mudah dan dapat mengetahui jadwal serta rute yang ditawarkan oleh perusahaan yang terintegrasi melalui satu aplikasi.

- Pengembangan video training dan virtual training untuk awak kapal, sehingga TMAS dapat mengembangkan kualitas SDM-nya serta memberikan efisiensi biaya dan waktu pelatihan dengan memanfaatkan proses digitalisasi. 

Berita Terkait