Menilik Ruang Bermusik di Tanah NKRI

JAKARTA – Ruang bermusik adalah salah satu komponen penting dalam pemajuan ekosistem musik. Namun, perbaikan ruang bermusik yang diperlukan bukanlah sekadar membangun infrastruktur fisik. Sebab, banyak faktor lain yang juga butuh diperbaiki.

Perwakilan masyarakat adat Ciptagelar Jawa Barat Umi Kusumawati menilai para pendatang perlu memahami konteks dan kebijakan lokal. Contohnya, saat berpartisipasi dalam ritual setempat yang telah diadakan ratusan tahun, tantangan muncul saat wilayahnya dipandang sebagai tempat pariwisata.

“Ketika ada orang datang minta disajikan musik tertentu dan mengubah jalan acara yang sudah ada, kami tidak mau. Kami harap siapapun yang ingin berkontribusi mengembangkan kesenian, baik pemerintah maupun swasta, harus memperhatikan tatanan nilai-nilai di suatu tempat. Bukan mengubah yang sudah ada,” ujarnya dalam diskusi virtual yang digelar Koalisi Seni pada Selasa, 6 Oktober 2020.

Sementara itu, inisiator Festival Musik Rimbang Baling, Heri Budiman menyatakan perlu adanya filantrop, bukan sponsor. Apalagi, katanya yang menuntut imbalan seperti pemasangan spanduk dan baliho sehingga malah bakal jadi sampah dan mencemari lingkungan.

“Kami perlu yang memberi dengan ikhlas. Kami juga tidak bisa menerima bantuan dari perusahaan kayu dan sawit yang merusak alam. Dari segi pemerintah, kami perlu kebijakan yang lebih pro alam,” kata anggota Koalisi Seni itu.

Penggagas gelaran musik di ruang yang akrab (intimate), Sofar Sounds Jakarta, Almira Joesoef, memaparkan banyak pihak perlu memberi dukungan lebih baik lagi. Antara lain, soal ketersediaan fasilitas dasar seperti terpal dan toilet.

Selain itu, menurutnya pemerintah juga bisa berperan memberi dukungan finansial bagi band musik, untuk manggung di luar negeri. Almira bilang pendidikan musik juga penting bagi stakeholders ekosistem musik, dan pendengar perlu mengapresiasi musisi meski sesederhana bertepuk tangan ketika pagelaran usai.

“Jangan main HP terus waktu konser,” ucapnya berseloroh. “Kita perlu dukungan bukan cuma dari pemerintah, tapi dari semua sektor karena kita membangun ekosistem. Bantuan apapun akan berarti, yang terpenting adalah kerja samanya.” (SKO)

Tags:
budayaCiptagelarFestival Musik Rimbang BalingGrup Musikjawa baratKampung Adat CiptagelarKoalisi Senikonser musikSofar Sounds JakartaSukabumi
Drean Muhyil Ihsan

Drean Muhyil Ihsan

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: