Menhub Budi Karya Pastikan Kelancaran Transportasi PON Papua

26 September 2021 10:13 WIB

Penulis: Daniel Deha

Editor: Amirudin Zuhri

Menhub Budi Karya Sumadi dan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw melakukan peninjauan kesiapan transportasi menjelang PON Papua 2021. (Kemenhub.)

JAKARTA -- Pekan Olahraga Nasional (PON) segera akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Oktober 2021. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan kelancaran dan kesiapan transportasi selama event olahraga nasional paling bergengsi tersebut.

Menjelang pembukaan PON Papua, Budi Karya melakukan peninjauan kesiapan sarana dan prasarana transportasi pada Sabtu, 25 September 2021. Tinjauan dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana tersebut telah siap melayani mobilitas para atlet dan tim official yang berlaga di PON Papua.

"Kami banyak membangun infrastruktur transportasi di Papua untuk mendukung kegiatan PON dan Perpanas. Dan kami pastikan ini semua telah berjalan dengan baik," katan Budi Karya.

Dia menjelaskan, Kementerian Perhubungan bersama dengan stakeholders di sektor transportasi telah menyiapkan sejumlah infrastruktur baik sarana maupun prasarana transportasi di moda transportasi darat, laut dan udara.

Di sektor darat, Kemenhub telah mengirimkan sebanyak 428 unit bus ke tiga titik penyelenggaraan PON yaitu di Jayapura, Timika dan Merauke.

Termasuk menyiapkan 515 awak bus, dimana 261 orang diantaranya merupakan pengemudi yang direkrut dari penduduk Provinsi Papua itu sendiri.

Selama PON berlangsung, bus tersebut beroperasi dari pukul 06.00-22.00 WIT yang diperuntukan bagi mobilitas atlet dan official. Selain itu juga untuk menjemput kontingen dari Bandara Sentani.

Transportasi untuk Peparnas

Sesudah perhelatan PON, pemerintah juga akan menyelenggarakan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas).

Untuk mendukung penyelenggaraan Peparnas XVI di Papua, Kemenhub sudah menerjunkan 160 unit bus sesuai kebutuhan para atlet Peparnas yang menggunakan kursi roda.

Budi Karya mengatakan, Kemenhub juga telah membangun sejumlah infrastruktur yaitu: dermaga dan 2 (dua) unit bus air yang akan dioperasikan di Danau Sentani, pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan, pembangunan Terminal Tipe A Entrop Kota Jayapura, dan pembangunan Area Traffic Control System (ATCS) di Kota Jayapura.

Di sektor laut, sebanyak 5 kapal Pelni telah disiapkan untuk mengangkut kebutuhan penyelenggaraan PON (tiang, spanduk, kendaraan, perahu kayak, dan lain sebagainya). Kelima kapal tersebut yaitu: KM Labobar, KM Gunung Dempo, KM Ciremai, KM Dobonsolo, dan KM Sinabung.

Di sektor udara, Kemenhub juga telah menyiapkan 4 bandara yaitu: Bandara Sentani di Jayapura, Bandara Mozes Kilangin di Timika, Bandara Domine Eduard di Sorong, dan Bandara Mopah di Merauke.

"Saya pesan kepada pak Bupati (Mathius Awoitauw) agar fasilitas tersebut bisa dijaga dengan baik. Fasilitas transportasi yang sudah ada ini nantinya bisa bermanfaat untuk mendukung sektor pariwisata di Papua dan sekitarnya," kata Budi Karya.

Adapun setelah pelaksanaan PON dan Peparnas di Papua, sebagian bus tersebut akan dimanfaatkan untuk melayani angkutan perintis, perkotaan, yang pengelolaannya diserahkan ke DAMRI.

Kemudian sejumlah fasilitas lainnya seperti bus air, terminal tipe A dan ATCS dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan transportasi di Papua.

Budi Karya berharap aplikasi Peduli Lindungi sudah bisa diimplementasikan di Jayapura, dan memastikan semua yang datang sudah melakukan vaksin dan tes PCR. Dia yakin Papua dapat melaksanakan kegiatan PON XX dengan baik.*

Berita Terkait