Mengintip Potensi MNCN Milik Harry Tanoe di Tengah Penurunan Pendapatan Iklan

04 Oktober 2021 17:05 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Laila Ramdhini

Konglomerat pemilik MNC Group Hary Tanoesoedibjo / Mediacom.co.id

JAKARTA – Emiten media milik konglomerat Harry Tanoesoedibjo, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), diperkirakan akan mengalami koreksi pendapatan pada kuartal III-2021. Namun, valuasi perseroan dianggap masih cukup atraktif hingga beberapa waktu ke depan.

Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Christine Natasya memproyeksikan pendapatan MNCN turun 13,9% secara tahunan dan 37,3% secara kuartalan menjadi Rp1,9 triliun pada kuartal ketiga tahun ini.

Menurutnya, hal ini diakibatkan oleh adanya pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terjadi beberapa waktu terakhir. Sehingga menahan anggaran belanja iklan perusahaan-perusahaan fast moving consumer good (FMCG).

“Meskipun demikian, kami memperkirakan MNCN akan membukukan 62 persen gross profit margin (GPM) pada kuartal ketiga 2021, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, 61,4 persen dan 58,8 persen pada periode yang sama tahun lalu,” ujarnya melalui riset yang diterima TrenAsia.com, Senin, 4 Oktober 2021.

Di sisi lain, kata dia, anak usaha perseroan, PT MNC Studios International Tbk (MSIN) akan meluncurkan game Rapid Fire pada kuartal akhir tahun ini di bawah PT Esports Star Indonesia. Ini akan memberikan pendapatan baru bagi MSIN yang berdampak pada perseroan.

Pendapatan baru dari bisnis game MNCN akan berasal dari IP atau goodwill, seperti perizinan konten dan karakter serta penjualan merchandise seperti cendera mata dan mainan. Sementara itu, MNCN juga akan dapat meningkatkan keterlibatan pengguna di media sosial dari konten baru dari kompetisi game di RCTI+ untuk meningkatkan pendapatan.

Christine menambahkan perseroan turut akan mensinergikan bisnis gim baru dengan TV channels-nya. Hal ini didukung oleh keberhasilan GTV dan RCTI+ dalam menyiarkan program pencarian bakat yang bekerja sama dengan perusahaan seperti Garena (Free Fire) dan Moonton (Mobile Legends). 

“MNCN juga dibayar untuk memproduksi kompetisi game tersebut dengan tambahan pendapatan iklan dari promotor game dan iklan di GTV dan RCTI+,” tambahnya.

Mengingat jejak digital perseroan yang lebih kuat dan banyak inisiatif yang diambil untuk meningkatkan pendapatan, ia juga melihat valuasi perusahaan saat ini pada 3,7x pada tahun 2022. Kondisi ini tentu menunjukkan price to earning ratio (P/E) yang sangat atraktik.

“Kami memiliki rekomendasi buy untuk saham MNCN dengan target Rp1.600 per lembar saham,” pungkasnya.

Melansir data RTI Business, saham MNCN berada pada level harga Rp825 per lembar pada akhir perdagangan Jumat, 1 Oktober 2021. Angka tersebut terkoreksi 1,2% dari perdagangan sebelumnya.

Berita Terkait