Mengenal Sekolah Enuma, Aplikasi Gratis untuk Mudahkan Akses Literasi Bagi Anak sejak Usia Dini

27 Januari 2022 11:01 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Laila Ramdhini

(null)

JAKARTA – Sekolah Enuma: Bahasa Indonesia adalah sebuah aplikasi gratis yang memudahkan akses literasi bagi anak-anak sejak usia dini. Dengan perluasan jangkauan literasi bagi setiap anak di Indonesia, aplikasi ini pun dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompetitif guna menyambut Visi Indonesia 2045.

Satu di antara empat pilar Visi Indonesia 2045 adalah pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu cara untuk mencapai indikator terkait pilar tersebut adalah peningkatan akses dan daya literasi untuk anak-anak sejak usia dini.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat saat ini ada sekitar 24 juta anak berusia 5-9 tahun yang akan mencapai usia produktif pada dua dekade mendatang dan akan menjadi tulang punggung pembangunan. 

Setelah melaksanakan diskusi dalam forum “Literasi untuk 10 Juta Anak Indonesia”, Kemendikbudristek dan pegiat literasi sepakat bahwa saat ini dibutuhkan kolaborasi antarpihak untuk pembukaan akses literasi yang berkualitas bagi seluruh anak di Indonesia. 

 Untuk memenuhi kebutuhan itu, aplikasi Sekolah Enuma pun hadir sebagai platform digital yang memberikan keleluasaan bagi setiap anak untuk mendapatkan akses literasi dan pendidikan sejak usia dini. 

“Setiap anak, termasuk yang berkebutuhan khusus, berhak mendapatkan akses literasi dan pendidikan yang berkualitas sejak dini. 

Aplikasi Sekolah Enuma: Bahasa Indonesia yang kita luncurkan hari ini merupakan kulminasi kerja delapan tahun yang diharapkan membantu anak-anak untuk belajar secara mandiri menggunakan platform digital,” ujar CEO Enuma, Inc. Sooinn Lee, pada acara diskusi dan konferensi pers "Akses Literasi Digital untuk Anak Indonesia" oleh Enuma Indonesia, Rabu, 26 Januari 2022.

Enuma, Inc. adalah perusahaan teknologi di bidang edukasi untuk pemula yang didorong oleh misi menciptakan aplikasi pembelajaran berkualitas yang dapat membuat anak belajar secara mandiri. Enuma, Inc. sempat memperoleh beberapa penghargaan global dan mendapatkan gelar produk aplikasi terlaris di dunia.

Untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional dan Sustainable Development Goal 4 (SDG 4), dalam memenuhi komitmennya untuk menumbuhkan semangat literasi dan belajar. Enuma, Inc. baru saja meluncurkan aplikasi Sekolah Enuma: Bahasa Indonesia pada bulan Januari 2022. 

Sekolah Enuma: Bahasa Indonesia memuat konten belajar setara dengan dua tahun dengan lebih dari 1.000 modul dan 300 e-book serta video. Materi-materi yang disusun dalam aplikasi pun didasari oleh kurikulum nasional, nilai-nilai Pancasila, kebudayaan Indonesia, dan kearifan lokal.

Untuk pengembangan aplikasi ini, turut terlibat 60 individu professional nasional yang terdiri dari edukator, penyusun kurikulum, penulis cerita, ilustrator, hingga aktor. 

“Kami berharap Sekolah Enuma: Bahasa Indonesia dapat diterima dengan baik dan mampu menjangkau 10 juta anak Indonesia, bahkan lebih.

Aplikasi dapat diunduh dan digunakan seterusnya secara gratis dan tanpa iklan. Melalui kerja sama dengan yayasan, CSR perusahaan, dan para pemangku kepentingan lainnya, kami berharap seluruh keluarga di Indonesia dapat mendapat manfaat dari aplikasi ini,” ujar representasi Enuma Indonesia Juli Adrian dalam kesempatan yang sama. 

Untuk diketahui, saat ini pemerintah terus menggenjot peningkatan kemampuan literasi minimum dari 53,20% pada 2019 menjadi 61,20% pada 2024. Selain itu, angka partisipasi PAUD juga diupayakan untuk mencapai 32,28% pada 2024 dari 30,85% pada 2020. 

Akan tetapi upaya itu terhambat karena prosedur belajar daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang terpaksa diterapkan pada masa pandemi telah menyempitkan lagam interaksi anak karena ruang yang terbatas. 

Oleh karena itu, pemanfaatan platform digital untuk mengembangkan kemampuan literasi anak lewat fitur-fitur yang tidak disajikan lewat PJJ dapat menjadi solusi. Sekolah Enuma pun hadir untuk mengisi kekosongan dan meningkatkan kualitas kegiatan literasi di Indonesia.

“Mengenalkan budaya literasi kepada anak usia dini menjadi bekal untuk membentuk karakter anak menjadi lebih kompetitif, cerdas, dan berempati. 

Sekolah Enuma: Bahasa Indonesia hadir untuk mengisi kesempatan belajar anak yang hilang sekaligus menguatkan kualitas kegiatan literasi di seluruh nusantara dan mencetak generasi emas 2045,” ujar Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikbudristek Muhammad Hasbi. 

Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kemendikbudristek Abdul Khak pun mengatakan, pelaksanaan program Gerakan Literasi Nasional (GLN) selama lima tahun terakhir yang melibatkan pemerintah dan masyarakat mencerminkan bahwa peningkatan kualitas literasi adalah tanggung jawab bersama. 

“Dukungan dari sektor swasta dan mitra lain memiliki peran penting untuk mencapai tujuan nasional bersama,” ungkap Abdul. 

Sementara itu, Duta Baca Indonesia Heri Hendrayana menilai bahwa masa kanak-kanak adalah fase yang tepat untuk penanaman kebiasaan membaca. Maka dari itu, orang tua memiliki peran yang vital dalam perkembangan minat baca anak sejak usia dini.

“Aplikasi ini dapat menjadi titik masuk yang baik karena dibuat seperti permainan, dan kemudian orang tua bisa mulai menambahkan majalah, cerita pendek, dongeng, atau apa pun yang ditujukan untuk menstimulasi imajinasi anak-anak,” ujar Heri. 

Menurut Ketua Satuan Tugas Gerakan Literasi Sekolah Sofie Dewayani, untuk menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap kebiasaan membaca, dibutuhkan metode naratif yang menarik dan sederhana. Aplikasi Sekolah Enuma pun dapat dijadikan sebagai sarana narasi bagi para guru agar pembelajaran bisa lebih menarik dan menyenangkan.

“Guru dapat membiasakan anak-anak untuk membaca buku cerita selama 15 menit sebelum mulai belajar. Pada saat kegiatan belajar mengajar (KBM) guru dapat memanfaatkan buku-buku cerita yang relevan. 

Aplikasi ini menjadi inspirasi guru dalam menggunakan cerita dan permainan agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan,” kata Sofie. 

Koordinator Bidang Penilaian dan Pembelajaran Direktorat PAUD Kemendikbudristek Lestari Koesoemawardani pun menyuarakan hal yang senada. Menurutnya, pendekatan belajar sambal bermain adalah strategi yang efektif untuk menumbuhkan minat baca sejak dini.

“Sekolah Enuma: Bahasa Indonesia yang dapat diakses luring (offline) menjadi alternatif pembelajaran khususnya bagi anak usia 5–9 tahun yang sedang mempelajari huruf alfabet dan membaca sebagai dasar literasi. Konten belajar dalam aplikasi juga menstimulasi anak untuk memiliki pemahaman yang lebih baik pada penguasaan literasi dasar,” pungkas Lestari.

Berita Terkait