Mengenal Robot ROV Pencari Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

January 14, 2021, 11:16 AM UTC

Penulis: Ananda Astri Dianka

Tim pemyelam membawa black box Flight Data Recorder (FDR) kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 saat tiba di dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 12 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengerahkan dua tenaga ahli Pilot Remotely Operated Vehicle (ROV) dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan untuk bergabung dalam pencairan korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Kedua pilot ROV tersebut adalah Sangat dan Sahnedi. Keduanya merupakan sedikit dari pilot yang mampu mengoperasikan ROV di Tanah Air. Mengutip laman resmi Kementerian ESDM, pengoperasian ROV sangat penting karena menghasilkan rekaman gambar yang membantu para penyelam dalam menentukan lokasi yang lebih akurat.

Operator akan menerima dokumentasi, baik rekaman video, foto dan hasil pengamatan lainnya saat mengoperasikan atau melakukan downloading (pengunduhan) data setelah pengamatan apabila ROV dilengkapi teknologi penyimpan data.

ROV pada dasarnya adalah robot atau kendaraan bawah air tanpa awak yang dioperasikan dengan remote kontrol atau otomatis, bahkan dikendalikan jarak jauh dari atas kapal.

Alat ini memudahkan operator tetap berada di atas permukaan kapal, sementara ROV bekerja dalam kondisi perairan yang ekstrim dan sulit dijangkau oleh manusia.

ROV dilengkapi dengan peralatan atau sensor tertentu seperti kamera video, transponder, kompas, odometer, bathy (data kedalaman) atau alat lainnya, tergantung dari keperluan dan tujuan operasi kapal.

Beberapa ROV juga dilengkapi sonar, magnetometer, manipulator atau lengan untuk memotong, mengambil sampel air. Serta instrumen mengukur kejernihan air, penetrasi cahaya dan suhu.

Sistem kendali pada ROV berupa sistem peluncuran dan sistem suplai tenaga listrik maupun hidrolik. Tenaga listrik dan hidrolik, perintah atau sinyal kontrol disampaikan dari ruang kontrol ke ROV, secara dua arah melalui kabel umbilical.