Mengenal Mobil Hybrid Sebagai Pesaing Kendaraan Listrik

24 November 2022 05:06 WIB

Penulis: Feby Dwi Andrian

Editor: Ananda Astri Dianka

Ilustrasi Mobil Hybrid (TrenAsia)

JAKARTA - Industri otomotif saat ini mempunyai berbagai macam pilihan yang dihadirkan kepada para konsumen. Baik dari segi ketahanan bahan bakar, teknologi, penggunaan baterai, dan juga sistem hybrid.

Penggunaan baterai dan juga sistem hybrid akhir-akhir ini santer dipublikasikan pada beberapa acara, termasuk pada ajang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT G20) kemarin di Bali. Pada ajang tersebut, Indonesia menyediakan ragam pilihan kendaraan listrik, dari mulai roda dua hingga roda empat.

Namun, baru-baru ini produsen mobil asal Jepang yakni Toyota melalui Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meresmikan Innova Zenix sebagai mobil hybrid pertama Toyota di Tanah Air. Lantas apa itu mobil hybrid?

Mobil Hybrid

Mobil hybrid adalah tipe kendaraan yang menggunakan dua jenis bahan bakar sebagai sumber tenaganya. Mobil hybrid adalah mobil yang dilengkapi dengan dua buah meskin penggerak, yaitu motor listrik serta mesin bensin yang konvensional.

Dengan penggunaan dua mesin tersebut, mobil hybrid akan menghasilkan tingkat efisiensi bahan bakar yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis mobil biasa.

Sementara itu, meskipun sudah memakai perpaduan antara mesin dan juga motor listrik, mobil hybrid tak terlepas dari kekurangan dan juga kelebihan, di antaranya yaitu:

Kelebihan Mobil Hybrid

- Mobil hybrid mengonsumsi BBM lebih sedikit dibandingkan dengan mobil konvensional. Perbedaan atau jumlah konsumsi BBM yang bisa dihemat oleh mobil hybrid dibandingkan mobil biasa sangat bervariasi mulai dari 10 hingga 50 persen, tergantung dari penggunaan hingga cara menyetir.

Uniknya, mobil hybrid akan menggunakan 100% motor listriknya pada kecepatan rendah, sedangkan pada kecepatan tinggi seperti di jalan tol, mesin bensin akan terus menerus bekerja seperti mobil biasa.

- Sensasi dan juga kenyamanan berkendara akan lebih maksimal apalagi digunakan di dalam kota. Ketika mesin listriknya bekerja 100% dan mesin bensinnya mati saat di kecepatan rendah, maka kebisingan dan getaran yang biasanya akan dialami pada mobil biasa akan berkurang drastis.

Pada beberapa tipe mobil hybrid, motor listriknya juga akan membantu untuk akselerasi awal sehingga pengemudi akan mendapatkan tarikan atau akselerasi yang instant.

- Mobil hybrid memiliki keuntungan dalam hal jarak yang bisa ditempuh. Karena selain memiliki mesin listrik juga memiliki bensin normal yang mana hal itu sangat menguntungkan untuk bepergian dengan jarak yang lebih jauh.

Selain itu, mobil hybrid juga tidak mengharuskan pengendara untuk mengisi ulang baterainya karena dengan sendirinya akan diisi ulang pada saat mengerem atau deselerasi, kecuali beberapa model mobil hybrid yang bisa di-charge atau hybrid rechargeable.

- Ikut serta dalam mengurangi polusi dengan mengurangi emisi gas buang dari kendaraan. Sudah menjadi hal yang lumrah ketika kendaraan menjadi salah satu penyumbang polusi udara terbesar terutama di kota-kota besar di dunia. 
Dengan menggunakan mobil hybrid, kedepannya akan terasa manfaatnya pada kecepatan rendah di dalam kota dan secara tidak langsung bisa bantu mengurangi polusi udara.

Kekurangan Mobil Hybrid

Selain keuntungan yang didapat dari penggunaan mobil hybrid, ada beberapa kerugian dari mobil hybrid ini, yaitu:

- Harga jual mobil hybrid relatif masih tinggi dibandingkan dengan mobil normal. Seperti contoh Toyota C-HR hybrid dijual lebih mahal sekitar Rp30 juta dibandingkan dengan Toyota C-HR biasa. Di beberapa merek mobil lain, bahkan perbedannya bisa lebih tinggi.

- Ketika di dalam kota, mobil hybrid akan berfungsi 100% dan hal itu akan berimbas pada penghematan BBM. Namun, di jalan tol yang lancar dengan kecepatan tinggi, mobil hybrid tidak akan memberikan manfaat apapun. Maka dari itu, penting untuk mengetahui kebiasaan atau rute dari aktivitas sehari-hari sebelum memutuskan untuk membeli mobil hybrid.

- Saat mesin listrik bekerja terutama di daerah perkotaan, sebagai pengendara akan ada rasa nyaman saat mengendarainya. Tapi, berbeda hal dengan para pejalan kaki yang kesulitan mendengar suara mobil hybrid dan resiko tertabrak pun akan lebih besar. 

Di beberapa kota besar di dunia, mulai diterapkan aturan untuk mewajibkan menggunakan suara mesin palsu secara elektronik untuk mobil listrik ataupun hybrid agar mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

- Baterai yang digunakan dalam mobil hybrid yang berfungsi menggerakkan mesin listriknya memiliki umur pakai dan tidak tahan selamanya.

Biasanya baterai sebuah mobil hybrid akan berkurang kemampuannya ketika umur mobil sudah mencapai 8 hingga 10 tahun, adapun untuk harga baterai barunya cukup mahal. 

Maka dari itu, sebagai calon pembeli perlu untuk menanyakan kepada pihak produsen mobil, terkait baterai tersebut.

Sementara itu, di Indonesia sudah banyak beberapa produsen mobil yang mengeluarkan varian hybrid ini, diantaranya:

Toyota

- Kijang Innova Zenix Hybrid: Rp458 - Rp614 juta 
- Corolla Cross Hybrid: Rp540,9 juta 
- Corolla Altis Hybrid: Rp565,6 juta 
- Camry Hybrid: Rp874,6 juta 
- C-HR Hybrid: Rp586,2 juta

Nissan

- Kicks 1.2 e-Power VL: 482,8 juta

Mitsubishi

- Outlander PHEV 2.4 L: Rp898 juta

Wuling

- Almaz Hybrid: Rp470 juta

Lexus

- NX 350h F Sport: Rp1,385 miliar 
- NX 350h Luxury: Rp1,339 miliar

Suzuki

- Ertiga Hybrid (mild hybrid): Rp270,3 - Rp292,3 juta

Perawatan Mobil Hybrid

Jika anda berminat untuk memiliki mobil hybrid ini, alangkah baiknya harus senantiasa paham untuk merawatnya, karena bisa dikatakan merawat mobil hybrid tidak berbeda jauh dengan mobil konvensional. Berikut cara merawat mobil hybrid:

- Mengganti Filter Kipas

Umumnya mobil hybrid harus dicek pada bagian pendingin filter kipas untuk baterai. Untuk lokasi baterainya, ada di bawah jok dan kipasnya harus dikeluarkan lalu dibersihkan.

Adapun untuk waktu pembersihan tersebut minimal 6 bulan sekali dan jika sudah terlalu kotor sebaiknya filter tersebut diganti dengan yang baru.

- Hindari Mencuci Mesin

Mencuci ruang mesin biasanya dilakukan oleh pemilik mobil untuk menjaga kebersihan. Namun, hal itu sepatutnya tidak dilakukan jika anda memliki mobil hybrid.

Jika mencuci mobil hybrid sembarangan, dikhawatirkan akan berdampak pada kerusakan komponen kelistrikan. Untuk membersihkan ruang mesin, cukup memakai lap setengah basah kemudian dibasuh ke bagian yang kotor.

Lalu, hindari menyemprot ruang mesin dengan air bertekanan dan debit air yang besar. Cara itu sebaiknya dilakukan utnuk merawat mobil hybrid agar tidak terjadi korsleting.

- Rajin Merawat Kondisi Baterai Mobil Hybrid

Cara itu bisa dilakukan dengan mendatangi dealer resmi untuk melakukan scan guna membaca kesehatan dari baterai. Biasanya baterai mobil hybrid akan mengalami penurunan performa ketika memasuki usia pakai di atas 10 tahun.  

Mengganti baterai mobil listrik ini biayanya tidak bisa dibilang murah. Harga baterai mobil listrik berkisar antara Rp20 juta hingga Rp60 juta, tergantung kepada spesifikasi mobil.

Tambahan informasi, jika membeli baru, anda tidak perlu khawatir terkait kondisi baterai, namun berbeda halnya jika anda membeli mobil hybrid dalam kondisi bekas. Ada baiknya secara rutin anda mengecek kondisi baterai tersebut.

- Periksa Sistem Pendingin

Selain memeriksa fan/kipas, sistem pendingin pada mobil hybrid juga wajib diperiksa. Anda bisa melakukan pengecekan kadar air radiator yang ada di mobil hybrid supaya tidak berkurang.

Kemudian, periksa juga semua elemen yang berkaitan dengan sistem pendinginan seperti selang radiator, extra fan, water pump, dinamo extra fan, relay dan komponen lain yang menunjang. 

Berita Terkait