Mengenal Green Refinery, Proyek Hijau Pertamina di Cilacap

March 05, 2021, 02:11 PM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

JAKARTA – Pengembangan Green Refinery dengan produk energi hijau, seperti Green Diesel dan Green Avtur di Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap masih berlangsung. Proyek ini ditargetkan beroperasi pada akhir tahun.

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya mengatakan, uji coba Green Diesel (D 100) telah dilakukan pada awal tahun dengan komposisi Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil (RBDPO) sebesar 100%.

Nantinya, produksi Green Diesel dan Green Avtur di Kilang Pertamina Cilacap dilakukan dalam dua tahap.

“Pada tahap pertama, pengolahan RBDPO sebesar 3.000 barel per hari untuk menghasilkan Green Diesel D100,” mengutip keterangan resmi, Jumat, 5 Maret 2021.

Selanjutnya, akan dilakukan pengolahan CPO sebesar 6.000 barel per hari untuk menghasilkan Green Diesel D100 atau Green Avtur yang direncanakan on-stream pada akhir Desember 2022.

RBDPO sendiri, jelas Ifki, merupakan minyak kelapa sawit yang sudah melalui proses penyulingan. Tahapan ini dilakukan untuk menghilangkan asam lemak bebas dan menghilangkan warna serta bau.

Sementara itu, Green Avtur yang menggunakan  RBDPKO merupakan minyak inti kelapa sawit. Ifki bilang, uji coba tekonologi ini telah dilakukan di laboratorium Garuda Maintenance Facility (GMF).

Sebagai informasi, Green Diesel dan Green Avtur diproduksi di unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT) dengan kapasitas produksi sebesar 8 ribu barel per hari dan Green Diesel sebesar 3 ribu barel per hari. Menurutnya, kapasitas ini akan terus ditingkatkan seiring dengan kebutuhan pasar.

Sebelumnya, Pertamina RU IV juga memroduksi Green Gasoline di RU III Plaju. Duplikasi yang telah dilakukan sejak April 2019 ini sudah dicoba dengan 20% bahan baku menggunakan RBDPO. Adapun kualitas pengolahan di kilang RFCC menjadi Green Gasoline, diprediksi akan setara dengan Oktan dan Pertamax.