Mengenal Fintech P2P Lending Resmi: KTA Kilat Beri Diskon untuk Pinjaman Selanjutnya

05 Agustus 2021 11:34 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Rizky C. Septania

KTA KILAT . Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – PT Pendanaan Teknologi Nusa (KTA Kilat) memulai platform layanan pinjaman finansial berbasis teknologi kami di Indonesia sejak Desember 2016, di bawah kendali perusahaan induk Hadoop Fintech (Hong Kong) Limited, sebuah perseroan terbatas yang didirikan di Hong Kong.

KTA Kilat bertujuan untuk meluncurkan inovasi mobile untuk lebih banyak layanan keuangan bagi orang-orang yang tidak mendapatkan layanan perbankan. Teknologi kami memungkinkan peminjam yang memenuhi syarat untuk mengakses kredit digital terjangkau dan fleksibel melalui perangkat mobile.

“Kami dikhususkan untuk menjadi platform fintech pinjaman terkemuka di Indonesia yang menghubungkan investor dan kebutuhan pinjaman individu,” tulis KTA Kilat dalam laman resmi, dikutip Kamis 5 Agustus 2021.

Sejumlah keunggulan KTA Kilat:

  1. Pinjaman Cepat
  2. 15 menit untuk mengajukan, 2 – 48 jam untuk disetujui
  3. Tanpa jaminan
  4. Tidak perlu mempersiapkan jaminan seperti rumah, motor, atau gawai
  5. Semua pengajuan dari ponsel
  6. Tidak perlu untuk mempersiapkan dokumen dalam bentuk kertas
  7. Privasi anda terjaga dengan aman
  8. Seluruh informasi yang diisi hanya akan digunakan untuk verifikasi pinjaman dan tidak akan diberikan kepada pihak ketiga
  9. Potongan biaya hingga 30% untuk pinjaman berikutnya
  10. Setelah peminjaman pertama, nikmati diskon biaya layanan 30%
  11. Mudah untuk membayar
  12. Pembayaran dilakukan dengan mudah melalui ATM, Internet Banking, Mobile Banking atau Minimarket.

Statistik terkini menunjukkan, TKB90 KTA Kilat berada di level 90,94%. Total akumulasi pinjaman sepanjang tahun berjalan mencapai Rp444 miliar. 

Sedangkan total akumulasi pinjaman sejak berdiri adalah Rp4,59 triliun dengan total outstanding pinjaman senilai Rp142 miliar. Sementara itu, jumlah akumulasi debiturnya mencapai 817.000 dan 551.000 debitur aktif.

 

Berita Terkait