Mengenal Fintech Lending: Investree Sang Pionir yang Kian Besar

03 Agustus 2021 14:02 WIB

Penulis: Ananda Astri Dianka

Editor: Amirudin Zuhri

CEO Investree Adrain A Gunadi (Istimewa)

JAKARTA – Sebagai pionir fintech lending yang berdiri lebih dari 5 tahun, PT Investree Radhika Jaya (Investree) telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 13 Mei 2019. Sebagai penyelenggaran fintech lending, Investree tidak hanya sekadar marketplace bagi mereka yang ingin mengajukan dan memberikan pinjaman. Tetapi, kini sudah menjelma  menjadi platform yang menawarkan solusi bisnis secara digital kepada para pegiat UKM.

Adapun produk-produk pinjaman Investree berfokus pada rantai pasokan serta menyediakan alternatif lain bagi masyarakat yang ingin memperoleh imbal hasil lebih secara nyaman dan bijak.

“Semangat kami adalah untuk terus bertumbuh bersama borrowerlender, dan para pemangku kepentingan lainnya, mewujudkan cita-cita besar inklusi keuangan di Indonesia,” tulis Investree dalam laman resmi, dikutip Selasa 3 Agustus 2021.

Apa keunggulan Investree? Bagi borrower atau debitur, Investree menawarkan bunga yang kompetitif, mulai dari 14% p.a. Selain itu, proses cepat dan 100% online. Lalu, biaya hanya muncul saat pinjaman berhasil didanai dan tanpa jaminan aset tetap.

Keunggulan bagi lender atau kreditur adalah leluasa mendanai di mana dan kapan saja, risiko yang terukur, imbal hasil atraktif hingga 20% p.a, dan nilai minimal pendanaan yang rendah mulai dari Rp1 juta.

Adapun portofolio Investri sejak berdiri hingga saat ini yang dirilis di laman resmi antara lain jumlah fasilitas pinjaman mencapai Rp11 triliun. kemudian, nilai pinjaman tersalurkan Rp7,60 triliun, nilai pinjaman lunas Rp6,51 triliun, dan nilai pinjaman outstanding Rp1,08 triliun.

Jumlah debitur Investree baik institusi dan individu telah mencapai 5.331, jumlah debitur aktif 4.011. 

Berita Terkait