Mengekor Netflix dan Tesla, TikTok Diduga PHK Sejumlah Karyawannya

19 Juli 2022 12:02 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Fakhri Rezy

Aplikasi TikTok. / Andrew Kelly Reuters

SHANGHAI - Perusahaan video pendek asal China, TikTok dikabarkan mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sejumlah karyawan mereka. Selain melakukan PHK, Tiktok juga turut melakukan restrukturisasi di seluruh cabang Tiktok yang tersebar di seluruh dunia.

Kabar tersebut berasal dari David Ortis, seorang Staf TikTok yang berbasis di AS. Pada akun profesional LinkedIn-nya, ia mengaku sebagai Pemimpin Monetisasi Produk.

Pada postingannya di LinkedIn, ia menulis bahwa dirinya telah dieleminasi oleh TikTok sebagai upaya reorganisasi perusahaan dalam jumlah besar.

Mengutip Bussiness Insider pada Selasa, 19 Juli 2022, tak disebutkan berapa jumlah resmi karyawan TikTok yang diberhentikan atau terkena dampak restrukturisasi.

Namun berdasarkan pernyataan dari salah seorang Karyawan TikTok yang enggan disebut identitasnya, PHK akan dilakukan pada 100 orang karyawan.

Jauh sebelum kabar pengurangan karyawan berlangsung, salah seorang eksekutif di perusahaan telah memproyeksikan kekuatan meskipun penurunan yang lebih luas di sektor teknologi dan periklanan.

Pada sebuah wawancara yang dilakukan bersama dengan CNBC, Kepala solusi bisnis global perusahaan, Blake Chandlee, mengatakan  bahwa platform tersebut tidak melihat perlambatan pasar iklan atau beberapa hambatan yang dihadapi perusahaan lain.

"Saya pernah mendengar akan ada perlambatan di pasar iklan, di mana saja dari 2% menjadi 6%, tetapi kami belum melihatnya," kata Chandlee.

Perlu diketahui, saat ini aksi PHK telah menyebar melalui sektor teknologi China dalam beberapa pekan terakhir termasuk di perusahaan induk TikTok ByteDance.

Secara keseluruhan, sejumlah pergerakan bisnis kreator dan perusahaan yang berfokus pada iklan juga telah memberhentikan karyawan atau menunda perekrutan baru-baru ini.

Meta Platforms, yang memiliki Facebook dan Instagram, memberlakukan pembekuan perekrutan pada bulan Mei karena berusaha untuk memprioritaskan kembali bisnisnya. Sedangkan Snapchat Snap Inc. mengeluarkan peringatan keuntungan pada bulan yang sama yang menyeret turun saham iklan dan media sosial pada saat itu.

Isu PHK juga datang sebagai perlawanan TikTok menghadapi gelombang baru serangan politik di AS. 
Bulan lalu, pejabat di Kongres dan FCC telah mempertanyakan dalam beberapa pekan terakhir apakah perusahaan secara efektif menjaga data pengguna AS dari pemerintah China.

 

Berita Terkait