Mengawali Paruh Kedua 2022, Rupiah Diprediksi Menguat Didorong Data Inflasi dan Wisatawan

01 Juli 2022 09:39 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Yosi Winosa

Ilustrasi Rupiah (TrenAsia)

JAKARTA -Nilai tukar rupiah diprediksi menguat di kisaran Rp14.841 dan Rp14.927 per dolar AS ini ditengah penantian rilis data inflasi dan kedatangan wisata oleh Badan Pusat Statistik hari ini.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta, mengatakan para pelaku pasar telah mencermati bahwa kinerja S&P Global Manufacturing PMI Indonesia per Juni yang mengalami perlambatan pada level 50.2.

Selain itu, para pelaku pasar akan mencermati data-data inflasi Indonesia. Di sisi lain, para pelaku pasar akan mencermati pidato dari Ketua The Fed Jerome Powell yang diperkirakan bersifat hawkish dalam the Inaugural Conference on the International Roles of the US Dollar di Washington DC. 

“Dengan demikian, USDIDR diprediksikan menguat dengan estimasi support dan resistance pada Rp14.841 dan Rp14.927 per dolar AS,” kata dia kepada TrenAsia, Jumat, 1 Juli 2022.

Berdasarkan pantaun di Bloomberg hari ini, Jumat, 1 Juli 2022 pukul 09.21 WIB, rupiah pagi ini melemah 48 poin atau 0,32% dibanding penutupan kemarin, ke level Rp14.951 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah sendiri diwarnai konsolidasi wajar sepanjang pekan ini menyusul turunnya harga sejumlah komoditas. Tercatat, minyak turun sebesar 3,23%, emas turun sebesar 0,67%, timah turun tipis 0,10% dan nikel turun 4,82% di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke level Rp14.900.

Berita Terkait