Mengapa Laba Bersih Wika Beton Anjlok 33,87 Persen Jadi Rp81,43 Miliar Pada 2021?

13 Maret 2022 14:02 WIB

Penulis: Muhammad Farhan Syah

Editor: Sukirno

Pengerjaan produk beton milik PT Wijaya Karya Beton Tbk. / wika-beton.co.id

JAKARTA – Salah satu anak perusahaan konstruksi pelat merah milik PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) yakni PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencatatkan kinerja keuangan yang kurang memuaskan di tahun 2021. Hal itu tercermin dari menurunnya pendapatan usaha serta laba perseroan di tahun berjalan 2021.

Pendapatan usaha WTON tercatat mengalami penurunan dibandingkan dengan perolehan di tahun sebelumnya sebesar 10,21% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp4,31 triliun. Penurunan itu berbanding lurus dengan laba usaha perseroan yang juga ikut mengalami penurunan.

Laba usaha WTON tercatat turun drastis hingga 33,87% yoy di tahun 2021 menjadi Rp81,43 miliar dibandingkan dengan perolehan di tahun sebelumnya sebesar Rp123,15 miliar. 

Di sisi neraca, WTON membukukan liabilitas sebesar Rp5,48 triliun dan ekuitas sebesar Rp3,44 triliun, dengan begitu total aset yang dibukukan perseroan pada periode tahun 2021 menjadi Rp8,92 triliun, atau terhitung naik 4,93% yoy dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp8,5 triliun.

Sementara itu, jumlah arus kas yang dicatatkan perseroan dari kegiatan operasional adalah sebesar Rp44,4 miliar, jumlah arus kas yang berasal dari kegiatan investasi sebesar negatif Rp183,79 miliar, serta arus kas yang berasal dari kegiatan pendanaan adalah sebesar Rp336,06 miliar.

Dengan begitu total kas dan setara kas yang dicatatkan perseroan sampai dengan akhir periode tahun 2021 adalah sebesar Rp1,74 triliun, atau terhitung mengalami peningkatan 12,75% yoy dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1,54 triliun.

Adapun pada tahun 2021, WTON tercatat telah membukukan kontrak baru dengan total nilai sebesar Rp5,21 triliun. Kontrak tersebut di antaranya diperoleh perseroan melalui proyek kereta cepat Jakarta-Bandung senilai Rp744,5 miliar dan proyek smelter Manyar senilai Rp200,9 miliar.

Berita Terkait