Mengadopsi Area Green Belt, Kawasan Hunian Kota Podomoro Tenjo Laris Manis

18 September 2020 20:47 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kiri) didampingi Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT Agung Podomoro Land Tbk. Sofian Effendi, Wakil Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Tbk. Noer Indradjaja, Marketing Director Agung Podomoro Group Agung Wirajaya, Direktur PT Agung Podomoro Land Tbk. Paul Christian, dan COO Kota Podomoro Tenjo Puspalily Tanusatrio meninjau maket TOD Kota Podomoro Tenjo di Central Park Mall Kawasan Podomoro City Jakarta Barat, Kamis, 20 Agustus 2020. Menhub mendukung pembangunan fasilitas Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Kota Podomoro Tenjo persembahan Agung Podomoro Group. TOD ini diharapkan dapat mendorong masyarakat menerapkan budaya menggunakan transportasi massal dan memangkas waktu lebih efisien dan efektif sehingga menunjang mobilitas masyarakat yang dinamis terutama di wilayah Bogor Jawa Barat. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – Pengembang properti Tanah Air PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membangun kawasan hunian baru dengan nama Kota Podomoro Tenjo di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kawasan ini akan mengusung konsep green belt yang diklaim pertama di Indonesia.

Area ini merupakan kawasan hijau yang mengintegrasikan hunian dengan Transit Oriented Development (TOD) milik Agung Podomoro dengan kawasan hunian dan area-area lainnya. Green belt ini akan dibangun sepanjang 4 kilometer di kawasan tersebut.

Assistant Vice President Kota Podomoro, Zaldy Wihardja mengatakan bahwa Kota Podomoro Tenjo akan mengadopsi hunian yang sehat. Dari 650 hektare lahan, 40%-nya merupakan lahan hijau. Hal ini dipilih mengingat pandemi sedang melanda Indonesia sehingga hunian sehat menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat.

“Rumah sehat dengan jarak yang lebih jauh dan juga ruang terbuka hijau. Nah, itu yang kita sediakan di kawasan ini. Kita memberikan solusi dan mengakomodir kebutuhan rumah sehat,” ujarnya saat konferensi virtual di Jakarta, Jumat 18 September 2020.

Zaldy menjelaskan pihaknya juga mengusung konsep rumah tumbuh. Tiap rumah akan dilengkapi dengan taman yang luas dengan cross ventilation, serta natural lighting dengan jendela-jendela yang cukup besar.

“Konsep rumah tumbuh ini tepat sekali menjadi hunian di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kawasan ini cukup diminati oleh masyarakat. Buktinya, baru sebulan diperkenalkan ke publik, sudah lebih dari 1.000 unit ludes dipesan warga.

“Kita merilis proyek Kota Podomoro Tenjo dan sangat tepat diluncurkan saat pandemi karena harganya yang terjangkau, mulai dari Rp200 jutaan,” ungkapnya. (SKO)

Berita Terkait