Menengok Kampung Batik Bogor Di Masa Pandemi

05 Agustus 2021 23:19 WIB

Penulis: Panji Asmoro

Editor: Ismail Pohan

Perajin mengerjakan pembuatan batik tulis dengan motif khas Bogor di Kampung Batik, Neglasari, Cibuluh, Kota Bogor, Jawa Barat. Kamis 5 Agustus 2021. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

Tidak banyak yang tahu jika Bogor memiliki Kampung Batik, tepatnya di Kampung Neglasari, Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Di sana, ada sekitar 40 keluarga yang berprofesi sebagai perajin batik. Salah satunya Sri Hartati, pemilik Batik Pancawati. Sri yang juga pencetus Kampung Batik Cibuluh menyebutkan, Batik Pancawati lahir pada 2014. Batik Pancawati terlahir dari inisiasi lima perempuan di Kampung Cibuluh yang turut serta dalam pelatihan dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

Lantaran kesulitan sumber daya manusia, Sri kemudian melatih para ibu di Kampung Cibuluh untuk belajar membatik. Usahanya membuahkan hasil, para ibu yang semula berprofesi sebagai pedagang mulai tertarik profesi perajin batik. “Kian hari semakin tambah banyak peminat. Dari 40 perajin batik di Kampung Cibuluh, kami bagi mereka menjadi 8 kelompok batik  dengan brand sendiri-sendiri,” kata Sri Hartati.

Delapan merk dagang tersebut yakni Melangit, Bumiku Batik, Melinda, Kedaung Kujang, Sadulur, Gaji Seri, Ceri M, dan batik Pancawati itu sendiri. Semua memproduksi batik di rumah masing-masing kelompok. Jika memang ada yang banjir pesanan, kelompok lainnya saling membantu untuk mengerjakan batik pesanan tersebut. Produk dari Kampung Batik Cibuluh, lanjut Hartati, disesuaikan dengan jati diri Kota Bogor. Batik Pancawati misalnya yang lebih menonjolkan kearifan lokal dengan corak khas Kota Hujan seperti Harimau Siliwangi, Opat Hanjuang, Dipasalah Pakujajar, dan Lerengkujang. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

Berita Terkait