Viral Mendadak Tajir, 176 Petani Tuban Borong Mobil Mewah Ratusan Juta hingga Miliaran Rupiah

16 Februari 2021 23:58 WIB

Penulis: Mochammad Ade Pamungkas

Video viral petani di Tuban ramai-ramai membeli mobil mewah / Twitter

JAKARTA – Tidak kurang 176 petani warga Tuban, Jawa Timur, mendadak kaya raya dengan borong mobil mewah seharga ratusan juta hingga miliaran rupiah. Setidaknya, ada 17 petani yang sama-sama membeli mobil mewah dari Surabaya setelah mendapatkan ganti rugi dari PT Pertamina (Persero) atas lahan yang akan dijadikan kilang minyak New Grass Root Refinery (NGRR).

Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan minyak asal Rusia Rosneft. Lokasi pembangunan kilang minyak terletak di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Dalam video 10 detik yang ditampilkan di Twitter oleh @jowoshitpost, terlihat pickup pengangkut mobil berjejer di sepanjang jalanan kampung sempit di Tuban.

“Tuban keras lur, nek awakmu tuku mobil sak deso kudu tuku kabeh,” demikian cuitan @jowoshitpost yang sebelumnya video itu juga viral di media sosial TikTok.

Sejumlah warganet di cuitan tersebut menyebutkan bahwa masing masing warga paling tidak menerima sejumlah uang Rp8 miliar.

Mengutip dari laman resmi DPR, Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisyam saat kunjungannya ke lokasi tersebut pada 9 Februari 2021 mengatakan, Pertamina telah menyiapkan sejumlah uang ganti rugi sehingga warga diharapkan untuk menyiapkan rekening.

“Nilainya sudah ditetapkan berdasarkan hitungan,” Ujar Ridwan di kantor Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban.

Ia melanjutkan, bahwa proyek pembangunan kilang minyak baru tersebut paling tidak membutuhkan lahan sekitar 800 hektare.

Tercatat, ada 225 petani yang mendapatkan ganti rugi dari Pertamina. Mobil yang dipesan bersamaan itu merupakan bagian dari 176 unit mobil yang dibeli oleh para petani desa itu. Bahkan, setiap rumah ada yang membeli 2-3 unit mobil.

Tanah di Sumurgeneng dihargai Rp600.000-Rp800.000 per meter persegi. Paling tinggi, para petani menerima ganti rugi tanah senilai Rp26 miliar. (SKO)

Berita Terkait