Menaker Paparkan Sejumlah Inovasi Jaminan Sosial Pada Raker dengan DPR

April 07, 2021, 05:29 PM UTC

Penulis: Ismail Pohan

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 7 April 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

Kementerian Ketenagakerjaan menyampaikan berbagai program dan kegiatan inovasi di bidang jaminan sosial. Hal ini disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, di komplek Parlemen, Senayan, Rabu, 7 April 2021.

Inovasi pertama yang dilakukan adalah melakukan reformasi perlindungan sosial dengan melakukan harmonisasi manfaat program jaminan hari tua dan jaminan pensiun. Ida mengatakan terdapat 2 alternatif yang tengah disiapkan, dimana alternatif pertama program JHT dibagi dalam 2 akun, dimana akun utama dapat diklaim setelah usia tua, sementara akun tambahan sebesar persentase tertentu dapat diambil untuk keperluan apa saja setelah masa kepesertaan 1 tahun.

Alternatif lainnya adalah untuk program JP (jaminan pensiun), dimana pekerja bukan penerima upah dapat mengakses program jaminan pensiun. Hal ini dilakukan mengingat adanya kemungkinan pekerja di perusahaan besar bergeser menjadi pekerja bukan penerima upah/sektor informal.

Ida juga menyebutkan bahwa diperlukan inovasi untuk meningkatkan kepesertaan. Dia mengatakan inovasi tersebut adalah adanya penerima bantuan iuran bagi pekerja untuk program jangka panjang yakni Jaminan Hari Tua serta adanya wajib JHT bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Foto: Ismail Pohan/TrenAsia