Membaik, tetapi Penjualan Eceran Masih Minus

January 12, 2021, 03:11 PM UTC

Penulis: Aprilia Ciptaning

Pekerja tengah menyelesaikan pembuatan furniture di PT Funisia Perkasa, Juru Mudi Baru Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten, Selasa 13 Oktober 2020. Dimasa pandemi walaupun pasar lokal sedikit berkurang namun pemintaan dari pasar ekspor cukup tinggi walaupun terkendala dalam proses pengiriman. Pengusaha berharap agar pemerintah bisa tetap mendukung dan memperhatikan sektor industri ini khususnya dalam hal ekspor produk. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mengklaim penjualan eceran tumbuh membaik secara bulanan. Kendati masih minus, Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2020 sebesar -1,2% month-to-month (mtm), lebih baik daripada Oktober 2020 sebesar -5,3% (mtm).

“Perbaikan ini ditopang oleh sebagian besar kelompok barang, terutama sandang, bahan bakar kendaraan bermotor, dan suku cadang” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Selasa, 12 Januari 2021.

Namun, secara tahunan atau year-on-year (yoy), penjualan eceran November 2020 masih terkontraksi sebesar -16,3% (yoy), lebih dalam ketimbang -14,9% (yoy) per Oktober 2020.

Pengaruh utamanya ada pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi, serta perlengkapan rumah tangga lainnya.

Bank Indonesia memperkirakan kinerja penjualan eceran Desember 2020 akan meningkat jika melihat IPR yang tumbuh 2,9% (mtm). Erwin bilang, meningkatnya permintaan masyarakat pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan tahun baru menjadi pendorong utama.

Seluruh kelompok bakal tumbuh, meskipun secara tahunan kinerja penjualan eceran Desember 2020 masih terkontraksi sebesar -20,7% (yoy).

Inflasi Diprediksi Meningkat

Kemudian dari sisi harga, tekanan inflasi pada tiga bulan mendatang (Februari 2021) akan meningkat. Sebaliknya, pada enam bulan mendatang (Mei 2021) akan menurun.

“Indikasi peningkatan harga pada Februari 2021 tersebut tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) tiga bulan mendatang, yakni sebesar 150,4,” tambah Erwin. Angka tersebut lebih tinggi daripada bulan sebelumnya sebesar 139,8.

Perayaan keagamaan dan gangguan distribusi akibat cuaca yang kurang mendukung akan menjadi pengaruh.

Sementara itu, IEH enam bulan yang akan datang sebesar 161,7, lebih rendah daripada bulan sebelumnya sebesar 163,9. Hal ini sejalan dengan pasokan yang relatif terjaga saat momen Ramadan dan Idulfitri.