Memasuki Tahun Kedua Pandemi, Utang Negara Meningkat Rp1.000 Triliun

31 Agustus 2021 20:10 WIB

Penulis: Ismail Pohan

Editor: Ismail Pohan

Warga beraktivitas dengan latar gedung bertingkat di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta, Selasa, 31 Agustus 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan utang negara terus meningkat karena pandemi Covid-19. Pemerintah membutuhkan dana besar untuk menangani virus tersebut.

Kementerian Keuangan mencatat total utang negara tembus Rp6.570 triliun per Juli 2021. Angkanya melonjak lebih dari Rp1.000 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp5.434 triliun.

Hal ini membuat defisit anggaran kian melebar. Tercatat, defisit APBN tembus Rp336,9 triliun atau 2,04 persen dari produk domestik bruto (PDB) per Juli 2021.

Sementara, Sri Mulyani mengatakan pemerintah mulai melakukan konsolidasi fiskal. Hal ini agar utang negara tak terus melonjak.

Menurutnya, satu-satunya solusi yang bisa memperbaiki keuangan negara adalah pajak. Sebab, pemerintah tak mungkin mengurangi belanja bantuan sosial (bansos), tapi pemerintah juga tak bisa menarik utang tinggi terus-menerus. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

Berita Terkait