Melonjak Lebih 4 Kali Lipat Lebih, Aneka Gas Industri Raih Laba Rp94,89 Miliar

30 Agustus 2021 14:03 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Reza Pahlevi

Presiden Jokowi meninjau produsen gas PT. Aneka Gas Industri (Samator), Jumat (16/07/2021) pagi, di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur. (BPMI Setpres/ Rusman)

JAKARTA – PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) milik Samator Group berhasil mencatatkan kinerja positif pada semester I-2021. Laba bersih perusahaan ini tercatat meroket 468% atau lebih dari 4 kali lipat menjadi Rp94,89 miliar jika dibandingkan dengan semester I-2020.

Mengutip laporan keungan interim di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 30 Agustus 2021, AGII mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,29 triliun pada semester I-2021. Jumlah ini meningkat 25,2% dari catatan semester I-2020 yang sebesar Rp1,03 triliun.

Direktur Utama AGII Rachmat Harsono mengungkapkan perusahaannya dihadapi tantangan yang berat pada pertengahan kuartal II-2021, yaitu membantu menjamin ketersediaan oksigen medis untuk rumah sakit.

“Jumlah kasus COVID-19 yang meningkat secara signifikan dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu telah menaruh kami pada posisi yang kritikal,” ujar Rachmat dalam siaran pers, Senin, 30 Agustus 2021.

Sepanjang semester I-2021, AGII mencatatkan laba bruto sebesar Rp594,6 miliar. Jumlah ini meningkat 32,7% dari catatan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp447,94 miliar. Margin kotor tercatat meningkat dari sebelumnya 43,5% menjadi 45,9%.

Laba usaha tercatat sebesar Rp272,21 miliar sepanjang semester I-2021, melonjak 70,7% dibandingkan semester I-2020 yang sebesar Rp159,48 miliar. Margin usaha tercatat juga meningkat menjadi 21% dari sebelumnya 15,5%.

Akhirnya, AGII pun mencatatkan laba bersih atau laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp94,89 miliar sepanjang semester I-2021. Capaian ini melonjak 468% dari catatan semester I-2020 yang sebesar Rp16,7 miliar.

Per 30 Juni 2021, total aset AGII tercatat sebesar Rp7,7 triliun atau meningkat 8,4% dibandingkan posisi akhir 2020 yang sebesar Rp7,1 triliun. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh akuisisi 2 unit bisnis milik PT Samator yang telah dirampungkan pada Maret 2021. 

“(Akuisisi) dilaksanakan untuk mengoptimalisasi nilai aset dan bisnis secara keseluruhan sehingga dapat mendorong performa keuangan yang lebih baik untuk perusahaan,” jelas Rachmat.

Liabilitas tercatat meningkat 13,3% menjadi Rp4,2 triliun pada semester I-2021 dari sebelumnya Rp3,7 triliun pada akhir 2020. Kenaikan dipengaruhi oleh adanya penambahan utang jangka panjang untuk akuisisi dengan PT Samator. Di sisi lain, ekuitas tercatat meningkat tipis jadi Rp3,48 triliun dari sebelumnya Rp3,38 triliun.

Berita Terkait