Melonggar, AS Bakal Buka Pintu Untuk Pelancong Internasional yang Sudah Vaksin

21 September 2021 03:36 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Rizky C. Septania

Ilustrasi Vaksin AS undefined

WASHINGTON- Amerika Serikat (AS) dikabarkan bakal membuka pintu untuk sejumlah pelancong Internasional untuk berkunjung ke negaranya. Syaratnya, pelancong yang ingin memasuki Negeri Paman Sam ini harus sudah di Vaksin.

Hal tersebut bakal mulai diverlakukan pada November ini. 

Namun aturan tersebut masih belum berlaku bagi pelancong yang melintasi perbatasan darat dengan Meksiko dan Kanada. Selain itu, kebijakan vaksin untuk anak di bawah umur atau belum memenuhi syarat untuk divaksin akan menyesuaikan.

Adapun negara yang bakal diperbolehkan masuk ke AS dalam waktu dekat masuk dalam daftar negara yang dilarang untuk masuk ke negara tersebut sejak awal tahun lalu.

Mengutip dari Reuters Selasa, 21 September 2021, negara tersebut antara lain Cina, India, Inggris, Serta sejumlah negara Eropa lainnya.

Sebagai informasi, saat ini AS melarang sebagian besar pelancong Non-AS yang pernah mengunjungi sejumlah wilayah dalam 14 hari terakhir. Antara lain Inggris, Eropa, Irlandia, Cina, India, Afrika Selatan, Iran, dan Brasil.

Seperti diketahui, AS mulai memberlakukan pengetatan pembatasan bagi pelancong non-AS ke negaranya sejak Awal 2020 lalu. Cina menjadi negara pertama yang dilarang memasuki AS pada awal terjadinya pandemi COVID-19.

Masih dipimpin Donal Trump saat itu, kebijakan tersebut kemudian meluas ke beberapa negara lain sampai dengan tempo waktu yang tidak bisa diperkirakan.

Beberapa waktu kemudian, AS digantikan oleh Presiden Baru, Joe Biden. Alih alih mengurangi pengetatan pembatasan pelancong non AS masuk ke negara Adidaya, Biden malah menambahkan India sebagai salah satu negara yang ada dalam daftar hitam untuk memasuki AS.

Hal tersebut dilakukan lantaran penyebaran varian delta yang berasal dari India semakin mengganas dan memakan banyak korban jiwa di seluruh penjuru dunia.

Diplomasi maskapai penerbangan

Menanggapi pembatasan masuk terhadap pelancong Non - AS ke negara tersebut, sejumlah maskapai penerbangan telah melobi Gedung Putih.

Hal tersebut dilakukan selama berbulan bulan. Gedung putih sempat memprediksi pelonggaran bakal dilakukan pada musim panas. Sayangnya, hal tersebut tidak bisa ditepati.

Pada Juli, Gedung Putih melontarkan kekhawatirannya terntang persebaran varian delta yang semakin menggila. Atas persebaran tersebut, jumlah kasus COVID-19 di AS ikut meningkat.

Menurut laporan, kasus COVID-19 AS saat itu meningkat dua kali lipat dalam kurun waktu rata-rata tujuh hari.

 

Berita Terkait