Melihat Perbedaan Pasukan Cadangan Rusia Vs Amerika

24 September 2022 19:46 WIB

Penulis: Amirudin Zuhri

Militer Rusia

JAKARTA-Presiden Rusia Vladimir Putin seperti diketahui telah mengeluarkan dekrit untuk melakukan mobilisasi parsial atau terbatas. Langkah ini diambil untuk menambah kekuatan militernya guna merampungkan operasi di Ukraina yang berjalan tidak sesuai rencana awal.

Rencananya hingga 300 ribu pasukan cadangan akan ditarik untuk dikirim ke medan tempur. Meski jumlah sebenarnya tidak akan pernah diketahui karena ada kabar yang menyebutkan mobilisasi bisa mencapai 1 juta orang. Salah satu kabar yang mendorong banyak orang Rusia ketakutan dan memilih eksodus dari negaranya.

Tetapi berapapun nantinya yang akan ditarik, pembentukan pasukan ini tidak akan berjalan cepat. Bisa dalam hitungan minggu atau bahkan bulan. Ini memang  terlihat lambat mengingat situasi di medan pertempuran yang cukup kritis. Ukraina sedang dalam kondisi on fire setelah kesuksesan besar mereka melakukan serangan balik. Hanya dalam hitungan hari mereka berhasil memukul mundur pasukan Rusia di Kharkiv dan sejumlah daerah lain.

Lambatnya pengiriman pasukan cadangan ini memang konsekuensi dari sistem yang ada di Rusia sendiri. Pasukan cadangan, meski pernah memiliki pelatihan militer, mereka pada dasarnya tidak siap tempur dengan cepat. Mengapa demikian?

Untuk diketahui struktur pasukan cadangan Rusia berasal dari program wajib militer. Setiap laki-laki Rusia diwajibkan untuk mengikuti wajib militer dengan bertugas selama satu tahun. Setelah selesai menjalankan kewajibannya tersebut, mereka kemudian kembali ke kehidupan sipil dan bekerja di berbagai sektor. 

Orang-orang yang telah menjalani wajib militer inilah yang kemudian masuk dalam pasukan cadangan. Saat ini Rusia diperkirakan memiliki 2 juta nama yang masuk dalam kelompok ini.

Tetapi meski disebut sebagai  pasukan cadangan, mereka tidak pernah lagi mendapatkan pelatihan militer sejak menyelesaikan wajib militer. Bahkan bisa jadi mereka yang sekarang ini ditarik sudah 5 atau 10 tahun lalu menjalani pelatihan terakhir mereka.

Ini yang menjadikan mereka mau tidak mau menjalani pelatihan ulang baik fisik maupun tehknik. Mereka juga harus dibentuk dalam kesatuan-kesatuan tersendiri. Sesuatu yang juga butuh waktu. 

Rusia juga harus dengan cepat menyiapkan logistik bagi ratusan ribu pasukan ini. Dari helm, seragam, rompi antipeluru, senjata dan perlengkapan pribadi pasukan harus segera disediakan. 

Sistem ini memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya, Rusia akan memiliki banyak pasukan cadangan yang bisa dimobilisasi. Selain itu negara juga tidak mengeluarkan biaya untuk menggaji mereka setiap bulannya. 

Tetapi kelemahannya adalah proses mobilisasi yang lama termasuk dengan penghindaran orang-orang yang ditarik. Secara alamiah, ketika orang tidak mendapat pelatihan militer secara rutin maka kemampuannya juga akan turun atau bahkan hilang. Demikian juga dengan kemampuan fisik dan insting tempur mereka.

Pasukan Cadangan Amerika

Lalu bagaimana dengan Amerika? Apakah negara ini juga memiliki pasukan cadangan? Tentu saja memiliki tetapi dengan struktur yang jauh berbeda.

Amerika tidak mengenal wajib militer. Tetapi saat ini mereka memiliki sekitar 800 ribu pasukan cadangan. Lalu dari mana asal mereka?

Amerika membentuk pasukan cadangan dengan rekrutmen sebenarnya. Artinya memang ada proses tersendiri untuk membentuknya. Pasukan cadangan ini diisi oleh orang-orang yang bekerja paruh waktu. Semisal dalam satu bulan, satu minggu waktu mereka dihabiskan untuk bekerja di militer. 

Setiap orang akan meneken kontrak tiga tahun untuk menjadi pasukan cadangan. Jika kontrak selesai mereka bisa memperpanjang kontrak atau kembali ke karier sipil.

Pasukan cadangan Amerika tidak ditempatkan  ke luar negeri. Kecuali jika kondisi memaksa. Sebaliknya mereka  akan ditempatkan di basis-basis militer yang ada di dekat tempat tinggalnya. Pasukan juga secara rutin menjalani pelatihan militer. Mereka juga telah terintegrasi dalam unit-unit yang jelas.

Pensiunan Kolonel Marinir Amerika Mark Cancian mengatakan pasukan cadangan ini akan menjalnai  melalui latihan militer satu akhir pecan  dalam  sebulan, dua minggu di musim panas dan beberapa bulan sebelum penempatan. 

Pelatihan rutin ini menjadikan mereka akan selalu menjaga dan meningkatkan kemampuannya. Dengan demikian juga akan siap digunakan kapanpun jika diperlukan. Bahkan Juru Bicara  Pentagon Brigjen  Pat Ryder sebagaimana dikutip Newsweek Jumat 23 September 2022 mengatakan pasukan cadangan Amerika bisa dikerahkan dalam dalam hitungan jam, hari, atau minggu, sesuai kebutuhan. 

Model Amerika ini juga diterapkan di sebagian besar negara-negara anggota NATO. Satu sisi model ini memang lebih baik karena akan bisa dikirim dengan cepat. Tetapi kelemahannya tentu saja membutuhkan biaya besar karena negara harus menggaji mereka secara rutin sebagai pegawai paruh waktu.

Sebenarnya pada 2021 lalu  militer Rusia memulai inisiatif baru yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan pasukan cadangannya.   Mereka membentuk Pasukan Cadangan Angkatan Darat Rusia  2021. Upaya ini  bermaksud untuk membentuk cadangan aktif dengan merekrut sukarelawan untuk layanan kontrak tiga tahun. Mereka  juga akan dibayar  seperti militer regular. Tetapi sepertinya program ini belum berjalan. 

Berita Terkait