Melihat Keindahan Masjid At-Thohir Depok yang Baru Diresmikan Presiden

13 Maret 2022 07:10 WIB

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Laila Ramdhini

Masjid At-Thohir (Yosi Winosa/ TrenAsia)

Grande, Klasik, Segar! 

Itulah kesan pertama yang bisa didapatkan ketika pertama kali melihat langsung Masjid At-Thohir. Tempat ibadah ini dibangun keluarga Thohir bersaudara Garibaldi Thohir, Erick Thohir, dan Hireka Vitaya. Masjid yang berlokasi di jalan Mochammad Thohir, kelurahan Tapos, kecamatan Tapos, Kota Depok ini tidak sulit untuk meninggalkan kesan bagi siapa saja yang melihatnya. 

Lokasinya pun tidak sulit dan ramah untuk dijangkau, selama Anda ditemani Google Maps atau aplikasi navigasi sejenis lainnya. Masjid ini bisa dijangkau dari arah jalan Desa (exit Cimanggis, tol Jagorawi), jalan Cimanggis Boulevard maupun jalan Raya Tapos. Kali ini, TrenAsia.com melewati jalan Raya Tapos, sekitar 15 menit dari Jalan Raya Jakarta - Bogor.

Menyegarkan. Rasanya memang refreshing bisa menemukan masjid ini setalah melalui berbagai perumahan yang baru dibangun oleh berbagai pengembang di sepanjang jalan raya Tapos. Bisa dibilang sangat jarang ada masjid semegah ini di sebuah kawasan perumahan

Akses menuju Masjid at-Thohir. Yosi winosa/ TrenAsia

Perjalanan di siang hari pun tidak terasa terik sama sekali ketika mendapati Masjid At-Tahir dengan akses serba putih dihiasi taman hijau, air mancur, dan sungai di sekitarnya. Sesampainya di lokasi, TrenAsia.com bisa mendapati beberapa pengunjung berswafoto di logo depan masjid, mulai dari mahasiswa, driver ojek online, hingga pekerja konstruksi. Mereka sama sekali tak acuh dengan terik matahari di siang bolong. 

Sayangnya,  menurut pihak pengelola, Masjid At-Thohir baru akan dibuka untuk publik menjelang Lebaran 2022. Tepatnya setelah mendapat ijin dari Kementerian Agama dan Dewan Masjid Indonesia. 

“Kuncinya belum diserahkan mas masih menunggu peresmian dari Kementerian agama,” kata salah satu penjaga masjid.

Air mancur buatan sebagai salah satu fasilitas pendukung Masjid at-Thohir. Yosi winosa/ TrenAsia

TrenAsia.com hanya bisa menyempatkan diri berkeliling di sekitar area masjid. Ikon baru wisata religi Indonesia ini memang memiliki karakteristik dan keindahan tersendiri dibandingkan dengan deretan masjid-masjid anggun lainnya seperti Masjid Istiqlal ataupun Masjid Raya Makassar misalnya.

Desain dan arsitektur Masjid At-Thohir ini memang klasik. Masjid ini memiliki 17 kubah dan 4 menara masing-masing setinggi 40 meter, dengan luas bangunan 1,1 hektare (ha) yang membentang di atas lahan seluas total 2,8 ha. 

Berbagai fasilitas pendukung turut menghiasi masjid ini baik di dalam masjid maupun di luar masjid. Di dalam masjid, fasilitas pendukungnya mencakup ruang utama untuk shalat, tempat wudhu dan toilet, ruang privat, ruang rapat dan ruang belajar semuanya berlantaikan granit.

Sementara, di sisi luar masjid, fasilitas pendukung mencakup taman, lahan hijau, plasa serba guna, dan area parkir dengan kapasitas 205 mobil dan 56 motor. Adapun kapasitas untuk pengunjung sendiri mencapai 1.976 orang di dalam masjid dan 1.395 di luar masjid.

Kabarnya, masjid ini juga dilengkapi dengan lampu LED, agar kian menambah cantik tampilannya di malam hari. Jika diminta menggambarkan keindahan masjid ini hanya dengan 1 kata, maka kata tersebut adalah grande (anggun)!

Suasana malam hari saat lampu LED menghiasi Masjid At-Thohir. Yosi Winosa/ TrenAsia

Bangunan Megah dan Filosofis

Di balik tampilannya yang megah, Masjid At-Thohir menyimpan folosofi mendalam. Menurut pendiri masjid sekaligus Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, masjid ini memiliki konsep ibarat keluarga, atau dasar terpenting dalam membentuk karakter islam. 

Konsep ini tergambarkan jelas lewat kubah terbesar yang merupakan kepala bangunan melambangkan ayah sebagai imamdi keluarga. Sementara, putra dan putrinya, istri, serta para cucu dilambangkan dengan 3 kubah lain berukuran sedang dan kecil di sekitarnya.

Kemudian, sosok Ibu sebagai bagian terpenting dan pemersatu seluruh anggota keluarga, diimplementasikan pada pada sisi dinding bangunan masjid yang menjadi penopang keseluruhan bangunan. Menara masjid atau minaret masjid ini berbentuk 4 sisi arah mata angin yakni utara, timur, selatan, dan barat melambangkan syiar yang terus dikumandangkan ke seluruh penjuru. 

Minaret Masjid At-Thohir. Yosi Winosa/ TrenAsia

Pesan yang ingin disampaikan Thohir bersaudara lewat keindahan arsitektur masjid ini sangat jelas, Sebagaimana diamini presiden Joko Widodo, bahwa masjid menjadi tempat syiar (dakwah) dan membangun harmoni atau kerukunan dalam keberagaman, atau dalam bahasa pemerintah, moderasi beragama. 

"Pesan penting tersebut tergambar sangat jelas melalui, tadi yang disampaikan oleh Pak Boy dan Pak Erick. Kubah besar bagian paling atas atau kepala bangunan yang dikelilingi oleh tiga kubah berukuran sedang dan kecil, dan didesain sangat harmonis, sangat hangat, dan sangat indah," kata Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke masjid At- Thohir.

Penghormatan Atas Wasiat Sang Ayah

Semasa hidupnya, Mochammad Teddy Thohir  sebenarnya sudah berkeinginan untuk membangun masjid sebagai sarana ibadah dan dakwah. Tahun 1994 silan, almarhum membeli berbidang-bidang lahan di Cimanggis yang awalnya tak berpenghuni. Kemudian dibangun pemukiman dan lapangan golf sehingga lambat laun mulai ramai dan berkembang.

Bak gayung bersambut , ternyata anak-anaknya juga memiliki hasrat untuk membangun masjid. Raut wajah penuh senyum terpancar dari sang ayah ketika pada satu kesempatan anaknya-anaknya membawanya ke lokasi yang di kemudian hari berdiri megah masjid yang dicita-citakan mereka tersebut.

Maret 2018, selang dua tahun sejak sang ayah berpulang, pelatakan batu pertama atau groundbreaking pun terlaksana. Sejak saat itu, pengerjaan konstruksi masjid beserta seluruh fasilitas pendukungnya seperti lahan hijau, taman luas, serta sungai kecil yang  memeluk sisi belakang dan kanan masjid terus dikebut. Hingga akhirnya, pada 9 Maret 2022 masjid At-Thohir yang berlokasi di kawasan Podomoro Golf View Depok ini diresmikan presiden Joko Widodo. 

Taman dan lahan hijau menjadi salah satu fasilitas pendukung Masjid at-Thohir. Yosi Winosa/ TrenAsia

“Ini merupakan tanda bakti kami kepada almarhum,” kenang Erick. 

Berita Terkait