Melesat 760 Persen, Laba Induk Indomaret (DNET) Tembus Rp278 Miliar

02 September 2021 11:15 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Laila Ramdhini

Gerai ritel Indomaret PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) milik konglomerat Anthoni Salim / Indoritel.co.id

JAKARTA - Induk usaha minimarket Indomaret, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) berhasil membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp278 miliar sepanjang semester I-2021.

Laba tersebut melesat hingga 760% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan perolehan semester I-2020 sebesar Rp32,3 miliar.

Selain itu, pendapatan DNET juga tumbuh mencapai 57% yoy sepanjang enam bulan pertama 2021. Mengutip laporan keuangan perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan yang dibukukan sebesar Rp320 miliar. Jumlah ini naik lebih dari separuh dari semester I-2020 yang sebesar Rp203 miliar.

Pemicunya, seluruh pos dari pendapatan terkerek naik. Dari kontrak dengan pelanggan, tercatat jasa korporasi meningkat menjadi Rp145 miliar, ritel menjadi Rp131 miliar, dan pendapatan lainnya tercatat Rp37 miliar. Selain itu, pendapatan dari pihak berelasi juga naik menjadi Rp5,7 miliar dari sebelumnya Rp2,4 miliar per semester I-2020.

Namun, di sisi lain beban penjualan DNET membengkak, dari minus Rp130 miliar per semester I-2020 menjadi minus Rp164 miliar pada periode ini.

Kemudian, total liabilitas turun menjadi Rp6,86 triliun, dari sebelumnya Rp7,08 triliun per Desember 2020. Untuk total ekuitas terjadi sedikit peningkatan, dari Rp10,1 triliun per akhir 2020 menjadi Rp10,4 triliun per Juni 2021.

Pada semester I-2021, perseroan membukukan kas dan setara kas sebesar Rp286 miliar, lebih tinggi dari Rp177 miliar per akhir 2020. Adapun total aset dari perusahaan Grup Anthoni Salim ini tercatat sebesar Rp17,28 triliun. Jumlah ini sedikit naik dibandingkan dengan akhir 2020 yang sebesar Rp17,22 triliun.

Per 30 Juni 2021, pemegang saham terbesar DNET dikendalikan oleh Hannawell Group Limited sebesar 39,35%, disusul oleh PT Megah Eraraharja sebesar 26,6%, dan konglomerat Anthoni Salim 25,30%. Sisanya, saham yang digenggam oleh masyarakat sebesar 8,75%.

Berita Terkait