Megaproyek Pelabuhan Patimban Bakal Tingkatkan Pelayanan Selama 36 Bulan

03 Juni 2022 15:40 WIB

Penulis: Liza Zahara

Editor: Rizky C. Septania

Megaproyek Pelabuhan Patimban Bakal Tingkatkan Pelayanan Selama 36 Bulan/ Foto: KPPIP.go.id

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut melakukan kerja sama dengan Pemerintah Jepang dalam rangka meningkatkan pelayanan di Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat. 

Kerja sama tersebut dilakukan dalam bentuk Minutes of Meetings on the Japanese Technical Cooperation for the Project for Capacity Development on Port Management Organization in Indonesia, Selasa, 2 Juni 2022.

Pertemuan tersebut membahas mengenai technical coorperation yang akan diberikan Pemerintah Jepang melalui Japan International Coorperation Agency (JICA) dalam hal pengembangan sistem pengelolaan pelabuhan khususnya Pelabuhan Patimban.

Sekretaris Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha mengatakan, proyek ini meliputi kerja sama teknis di berbagai bidang di antaranya pemeliharaan fasilitas pelabuhan termasuk kanal dan cekungan, manajemen pelabuhan, keselamatan navigasi kapal, pengembangan back up area, serta pendidikan dan pelatihan terkait bidang tersebut.

"Dalam kerja sama ini, KSOP Patimban ditunjuk sebagai rekanan JICA yang akan menjadi penanggung jawab memastikan proyek tersebut berjalan lancar," kata Arif dalam keterangan resmi, Selasa, 2 Juni 2022.

Arif melanjutkan, proyek ini dilaksanakan dalam kerangka Colombo Plan Technical Coorperation Scheme antara Pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia. Serta menjadi salah satu dari kegiatan yang didanai dari hibah Pemerintah Jepang Tahun Anggaran 2022.

Kerja sama untuk pengelolaan pelabuhan ini akan dilakukan selama 36 bulan dengan Kepala KSOP Patimban bertindak selaku project manager. Sedangkan experts dari JICA akan memberikan panduan teknis, saran, dan rekomendasi yang dibutuhkan selama pelaksanaan proyek.

Proyek kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Pelabuhan Patimban dalam mengikuti pertumbuhan volume logistik yang signifikan di masa mendatang. 

Selanjutnya, akan dibentuk komite koordinasi bersama yang disebut dengan JCC sebagai tempat berkoordinasi antar organisasi yang berkaitan dalam proyek ini. JCC beranggotakan kementerian/lembaga atau stakeholder terkait baik dari pihak Jepang maupun Indonesia. 
 

Berita Terkait