Medco Energi (MEDC) Rampung Akuisisi Aset ConocoPhillips di Indonesia

03 Maret 2022 13:33 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Sukirno

Perusahaan minyak dan gas (migas) milik konglomerat Arifin Panigoro, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) / Facebook @medcoenergi

JAKARTA - Emiten minyak dan gas PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) merampungkan proses akuisisi seluruh saham yang diterbitkan ConocoPhillips Indonesia Holding Ltd. (CIHL) dari Phillips International Investments Inc., anak perusahaan ConocoPhillips Company (COP). 

Manajemen MedcoEnergi menjelaskan bahwa CIHL memiliki sepenuhnya saham ConocoPhillips (Grissik) Ltd (CPGL), sebagai operator dari Corridor PSC dengan kepemilikan 54% working interest dan 35% interest di Transasia Pipeline Company Pvt. Ltd.

Corridor PSC sendiri memiliki dua lapangan produksi minyak dan tujuh lapangan produksi gas berlokasi di onshore Sumatra Selatan, Indonesia, berdekatan dengan operasi MedcoEnergi yang terletak di provinsi tersebut. 

Mayoritas produksi dijual melalui kontrak jual beli gas jangka panjang kepada mitra di Indonesia dan Singapura. Melalui Transasia, perseroan memiliki kepemilikan saham minoritas pada jaringan pipa gas yang menyuplai pelanggan di Sumatra Tengah, Batam, dan Singapura. 

“Akuisisi ini sesuai dengan strategi MedcoEnergi untuk memiliki dan mengembangkan aset yang berkualitas tinggi serta menghasilkan arus kas positif,” tulis manajemen, Kamis, 3 Maret 2022.

Aksi korporasi ini dipercaya turut memperkuat posisi MedcoEnergi sebagai perusahaan energi dan sumber daya alam independen terkemuka di Indonesia dan menegaskan kembali komitmen perseroan terhadap pembangunan nasional Indonesia. 

“Akuisisi ini akan menghasilkan sinergi dengan operasi MedcoEnergi di Sumatra serta mendukung strategi perubahan iklim perseroan, termasuk peluang carbon capture,” tutupnya.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 2 Maret 2021, saham MEDC melesat 7,38% ke level harga Rp655 per lembar. Peningkatan harga saham MEDC diikuti oleh sentimen kenaikan harga minyak dan gas dunia, dampak dari ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina.

Berita Terkait