Mayoritas Kripto Big Cap Naik Tipis-tipis, Stablecoin Terra Kembali Ambruk

01 Juli 2022 22:20 WIB

Penulis: Idham Nur Indrajaya

Editor: Ananda Astri Dianka

Ilustrasi aset kripto (Pixabay)

JAKARTA - Mayoritas aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar (big cap) terpantau mengalami kenaikan dalam 24 jam terakhir berdasarkan data Coin Market Cap, Jumat, 1 Juli 2022 pukul 18.00 WIB.

Sementara stablecoin Terra, USTC, kembali ambruk setelah sempat melonjak. Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan sebesar 0,36%. 

BTC menempati posisi harga US$19.156 atau setara dengan Rp286,5 juta dalam asumsi kurs Rp14.956 perdolar Amerika Serikat (AS).

Di peringkat kedua big cap, Ethereum (ETH) pun mencatat kenaikan dengan persentase 2,36% dan berada di level US$1.043 (Rp15,6 juta).

Di peringkat ketiga, Tether (USDT) turun 0,01% ke harga US$0,9989(Rp14.939) sementara di peringkat keempat, USD Coin (USDC) naik 0,01% namun harganya masih wajar untuk stablecoin, yakni US$1 (Rp14.956).

Binance Coin (BNB) di peringkat kelima mencatat kenaikan 5,11% ke level US$218,63 (Rp3,2 juta), dan di peringkat keenam, Binance USD (BUSD) mencatat penurunan 0,02% ke harga US$0,999 (Rp14.941)

Cardano (ADA) berada di peringkat ketujuh dengan catatan kenaikan sebesar 1,7% dan menempati harga US$0,4462 (Rp6.673) sementara di peringkat kedelapan, Ripple (XRP) naik 2,09% ke level US$0,3145 (Rp4.703).

Selanjutnya, Solana (SOL) di peringkat kesembilan mengalami kenaikan 2,62% ke harga US$32,25 (R482.331), dan di peringkat kesepuluh, Dogecoin (DOGE) naik 2,72% ke level US$0,0646 (Rp966).

Meskipun terpantau mengalami kenaikan dalam hitungan 24 jam terakhir, mayoritas kripto big cap terhitung mengalami penurunan jika dibandingkan pergerakan yang dipantau pada pukul 12.30 WIB di hari yang sama.

Menurut trader Tokocrypto Afid Sugiono, saat ini Bitcoin akan mengalami tes support berkali-kali dalam jangka waktu dekat dan harganya akan berkutat di kisaran US$20.000 (Rp299,12 juta). Sebab, adanya upaya dari para investor kripto yang ingin mencegah aset berkapitalisasi terbesar itu jatuh lebih dalam lagi.

"Bitcoin akan menuju tes support berikali-kali, di mana harganya bisa jadi akan berada di level US$19.800 (Rp294,66 juta) hingga US$17.000 (Rp252,99 juta) dalam beberapa waktu ke depan," ungkap Afid melalui keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

Sementara mayoritas kripto big cap mengalami pergerakan yang cenderung mendatar (sideways) dalam beberapa hari terakhir. Stablecoin baru dari jaringan Terra, USTC, kembali ambruk setelah sempat mengalami lonjakan.

Secara mingguan, USTC memang menjadi top gainers dengan kenaikan hingga 192,55%. Namun, dalam 24 jam terakhir, aset kripto ini mengalami penurunan hingga 19,09%.

Sebelumnya, pada 29 Juni 2022 pukul 11.00 WIB, USTC sempat menyentuh level tertinggi dalam sebulan terakhir di posisi harga US$0,08942. Akan tetapi, saat ini harganya sudah merosot ke level US$0,04295 (Rp642). Lonjakan yang terjadi pada USTC disebabkan oleh rencana aksi burning yang dilakukan oleh Terra.

Top gainers

Di antara 100 aset kripto big cap, berikut ini lima aset yang menjadi top gainers sore ini:

1. Arweave (AR): +16,86% (US$9,82/Rp146.867)

2. Amp (AMP): +15,62% (US$0,009701/Rp145)

3. The Sandbox (SAND): +13,09% (US$1,09/Rp16.302)

4. Polygon (MATIC): +10,45% (US$0,4666/Rp6.978)

5. Basic Attention Token (BAT): +9,65% (US$0,394/Rp5.892)

Top losers

Di antara 100 aset kripto big cap, berikut ini lima aset yang menjadi top losers sore ini:

1. Terra Classic USD (USTC): -19,09% (US$0,04295/Rp642)

2. 1inch Network (1INCH): -4,5% (US$0,6594/Rp9.861)

3. Tezos (XTZ): -1,82% (US$1,34/Rp20.041)

4. Bitcoin SV (BSV): -1,3% (US$51,85/Rp775.468)

5. Stacks (STX): -1,26% (US$0,3864/Rp5.778)

Berita Terkait