Mayora Ekspor Kopiko Hingga Beng Beng Rp1,07 Triliun, Kinerja Saham MYOR Positif

JAKARTA – PT Mayora Indah Tbk. mengekspor beberapa produknya seperti Torabika, Kopiko, hingga Beng Beng dengan nilai Rp1,07 triliun. Ekspor kontainer ke-4000 Mayora ini berlangsung melalui pabriknya di Cikupa, Tangerang, Banten.

Presiden Direktur Mayora Group Andre Sukendra Atmadja menyampaikan, ekspor ini merupakan wujud komitmen perseroan untuk membangun perekonomian Indonesia. “Sekaligus bentuk dukungan dan partisipasi Mayora terhadap Gerakan ‘Bangga Buatan Indonesia’,” ungkap Andre melalui keterangan tertulis, Selasa, 30 Juni 2020.

Andre menuturkan, produk seperti Torabika, Kopiko, Beng Beng dan Danisa tidak hanya sekada berhasil ekspor, melainkan juga mampu memimpin pasar di berbagai negara. Andre bilang, produk olahan Mayora mampu bersaing di pasar global.

Dengan pelepasan kontainer ke-4.000 ini, Mayora telah mengekspor 17.000 kontainer sepanjang periode Januari – Juni 2020.

Penjualan ekspor Mayora memang tidak kecil. Sepanjang 2019 lalu, nilainya mencapai Rp11,48 triliun atau 45,86% dari total penjualan Mayora Rp25,03 triliun.

Apresiasi Pemerintah

Pelepasan ekspor kontainer ke-4.000 Mayora mendapat perhatian dari Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Atas realisasi ekspor Mayora tersebut, Agus optimistik ekspor produk makanan dan minuman (mamin) dapat bertahan dan berkembang di tengan pandemi COVID-19.

“Kami harapkan produk mamin Indonesia semakin eksis dan dikenal, tidak hanya di domestik namun seluruh dunia,” ujar Agus.

Meski begitu, Agus meminta industri memasarkan produknya yang inovatif dan berkualitas serta memiliki produktivitas yang efisien dalam rantai nilai produksi. Dengan begitu, bisa menghasilkan produk yang kompetitif di pasar internasional.

Agus juga bilang, untuk mendukung kegiatan ekspor, pihaknya mempermudah dan mempercepat pelayanan penerbitan surat keterangan asal (SKA) barang ekspor. Terutama melalui penerapan affixed signature dan stamp.

Ada juga peningkatan layanan ekspor impor dan pengawasan melalui National Logistic Ecosystem (NLE). “Serta meningkatkan pelayanan informasi ekspor, promosi ekspor, dan penjajakan bisnis secara virtual melalui perwakilan perdagangan,” jelas Agus.

Sebagai tambahan informasi, pada periode Januari–Mei 2020, neraca perdagangan Indonesia menunjukkan surplus sebesar US$4,3 miliar. Khusus untuk produk makanan olahan Indonesia, pada periode Januari−Mei 2020 berhasil mencatatkan nilai ekspor sebesar US$1,32 miliar atau meningkat 7,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan negara tujuan utama ekspor produk makanan olahan Indonesia pada periode Januari−Mei 2020 yaitu Amerika Serikat sebesar US$293,6 juta (pangsa pasar 22,11%), Filipina US$161,4 juta (12,15%), Malaysia US$101,6 juta (7,65%), Singapura US$74,9 juta (5,64%), dan Jepang US$71,9 juta (5,41%).

Kinerja Saham MYOR

Sepanjang tahun ini hingga penutupan sesi I perdagangan hari ini, saham Mayora Indah yang berkode MYOR dalam tren menanjak. Kini harga saham MYOR ada pada level Rp2.260.

Pad posisi ini, harga saham MYOR sudah naik 10,24% dari posisi akhir 2019 Rp2.050.

Sepanjang tahun ini, saham MYOR memang sempat anjlok hingga level terendahnya Rp1.460 pada 23 Maret 2020. Namun setelah itu, saham MYOR terus beranjak naik.

Puncaknya, saham dengan kapitalisasi pasar Rp50,53 triliun ini menyentuh level Rp2.350 pada 3 Juni 2020.

Tags:
ekspor makanan olahanHeadlinemayoramyorpt mayora indah tbk
Issa Almawadi

Issa Almawadi

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: