Mau IPO, Kapitalisasi Pasar Bukalapak Duduki Posisi 15 Besar di BEI

23 Juli 2021 13:08 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Editor: Rizky C. Septania

Warga mengakses logo Bukalapak melalui website di Jakarta, Kamis, 24 Juni 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk akan segera melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Jika aksi korporasi itu berjalan mulus, unicorn e-commerce tersebut akan menduduki posisi 15 besar emiten dengan kapitalisasi pasar paling jumbo di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan prospektus ringkasnya, Bukalapak bakal menawarkan maksimum 25.765.504.851 lembar saham biasa. Jika seluruh saham tersebut terserap seluruhnya, maka total saham ditempatkan dan disetor penuh atas Bukalapak mencapai 103.062.019.405 lembar saham pasca-IPO nanti.

Bukalapak sendiri diketahui telah mematok harga pelaksanaan di batas atas, dengan nominal Rp850 per lembar saham. Dengan asumsi harga pelaksanaan dikali dengan jumlah keseluruhan saham Bukalapak setelah IPO, maka kapitalisasi pasar (market cap) perusahaan ditaksir mencapai Rp87,6 triliun. 

Angka tersebut berada di posisi 15 dalam daftar emiten dengan kapitalisasi pasar paling besar di BEI. Secara persentase, market cap Bukalapak mencakup 1,23% dari nilai kapitalisasi pasar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Berdasarkan data rekapitulasi perdagangan per 30 Juni 2021, kapitalisasi pasar Bukalapak bakal mengalahkan jumlah kapitalisasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan nilai Rp85,48 triliun, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dengan nilai Rp85,04 triliun.

Namun, jumlah itu masih dibawah posisi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang baru saja merampungkan proses merger dengan nilai kapitalisasi pasar sebanyak Rp93,65 triliun. Kemudian, satu tingkat di atasnya lagi terdapat PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan market cap Rp95,04 triliun.

Diberitakan sebelumnya, Bukalapak dikabarkan mengalami kelebihan pemesanan alias oversubscribed sebanyak 4 kali dalam proses penawaran awal yang telah berlangsung. Nilainya lebih dari US$6 miliar atau setara dengan Rp86,1 triliun (asumsi kurs Rp14.350 per dolar AS).

Padahal, perusahaan yang didirikan oleh Achmad Zaky ini hanya menargetkan total pendanaan sebesar Rp21,9 triliun. Nilai itu pun sudah melonjak beberapa kali diakibatkan banyaknya “desakan” dari para investor terdahulu Bukalapak untuk meningkatkan jumlah pendanaan IPO.

Masa penawaran umum Bukalapak akan digelar pada 28 – 30 Juli 2021 dengan periode penjatahan pada 3 Agustus 2021. Sementara itu, proses pencatatan perdana di BEI akan dilaksanakan pada 6 Agustus 2021 dengan kode saham BUKA.

Berita Terkait