Mau Buyback Saham, Adaro Energy (ADRO) Siapkan Dana hingga Rp4 Triliun

27 September 2021 19:05 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Laila Ramdhini

Gedung Adaro Energy di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – Emiten energi PT Adaro Energy Tbk (ADRO), berencana membeli kembali (buyback) saham dalam tiga bulan ke depan. Untuk itu, perusahaan milik Garibaldi “Boy” Thohir ini menyiapkan dana Rp4 triliun.

Corporate Secretary Adaro Energy Mahardika Putranto menjelaskan buyback saham ini akan dimulai pada Selasa, 28 September 2021. Adapun periode buyback akan berakhir pada 26 Desember 2021.

“Jika dana yang dialokasikan untuk pembelian kembali saham perseroan telah habis dan/atau jumlah saham yang akan dibeli kembali telah terpenuhi, maka perseroan akan melakukan keterbukaan informasi terkait dengan penghentian pelaksanaan pembelian kembali saham,” ujarnya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 27 September 2021.

Sesuai  POJK No. 2/2013 dan SEOJK No. 3/2020, jumlah saham yang dibeli dalam buyback tidak akan melebihi 20% dari modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor perseroan.

Mahardika mengatakan juga biaya yang timbul dari buyback saham ini mencapai sebanyak-banyaknya Rp4 triliun dan tidak termasuk biaya untuk komisi pedagang perantara efek dan biaya lain yang berkaitan dengan pembelian kembali saham.

Adaro juga yakin pelaksanaan buyback ini tidak akan berpengaruh negatif terhadap kinerja dan pendapatan perseroan. Ini karena saldo laba dan arus kas Adaro saat ini dianggap sangat mencukupi untuk melaksanakan buyback saham.

Adaro memperkirakan total aset akan turun dari US$6,74 miliar menjadi US$6,46 miliar akibat aksi buyback ini. Perubahan juga akan terlihat di pos ekuitas, turun dari US$4,05 miliar menjadi US$3,77 miliar.

Mahardika mengatakan pembelian kembali saham ADRO akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.

“Pembelian kembali saham perseroan akan dilakukan melalui transaksi di BEI melalui pasar reguler. Perseroan telah menunjuk satu perusahaan efek untuk melakukan pembelian kembali saham perseroan,” tambahnya.

Buyback saham Adaro ini akan sepenuhnya menggunakan dana internal perusahaan. Adaro yakin permodalan dan arus kasnya baik dan cukup untuk membiayai seluruh kegiatan usaha dan operasional, belanja modal, serta buyback saham.

Dalam penutupan perdagangan Senin, 27 September 2021, saham ADRO ditutup di level Rp1.510 per saham.  Harga ini meningkat 10 poin atau 0,67% dari harga penutupan perdagangan sebelumnya, yaitu Rp1.500 per saham.

Berita Terkait