Maskapai AirAsia: Revenue Terjungkal 96% Bikin Rugi Rp3,5 Triliun, Tony Fernandes Cari Utang

SEPANG MALAYSIA – Maskapai penerbangan internasional berbiaya murah, AirAsia Berhad (AirAsia Group) mengalami kerugian sekitar 992,9 juta ringgit setara Rp3,5 triliun pada semester I-2020. Hal ini disebabkan banyaknya pembatasan rute penerbangan akibat adanya pandemi COVID-19.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis induk usaha AirAsia disebutkan bahwa pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan berhasil meraup laba sebesar 17,3 juta ringgit setara Rp60,5 miliar. Saat ini, perusahaan hanya mengandalkan pemulangan beberapa pelancong dan jasa angkutan kargo. Akibatnya, pendapatan AirAsia pun anjlok hingga 96%.

Dilansir Bloomberg, CEO AirAsia Tony Fernandes mengatakan tengah mencari pendanaan untuk memperkuat modal perusahaan. Opsi pinjaman bank juga sedang dipertimbangkan oleh maskapai yang berbasis di Malaysia ini.

“Selama lockdown, kami mengambil kesempatan untuk merestrukturisasi grup dan membangun dasar bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, 26 Agustus 2020.

Ia memprediksi bahwa kapasitas penumpang tidak akan kembali ke level sebelum adanya pandemi dalam waktu dekat ini. Namun, Tony berharap permintaan terhadap penerbangan terus meningkat secara bertahap pada sisa paruh kedua tahun 2020.

Dia berharap pemulihan bisa segera terjadi di sejumlah negara. Misalnya, dia mencontohkan seperti Singapura dan Malaysia yang sepakat untuk membuka kembali perjalanan antar kedua negara. AirAsia juga telah mulai mengoperasikan penerbangan domestiknya sejak akhir April lalu setelah sempat vakum selama sebulan.

AirAsia Indonesia

Di Indonesia, AirAsia Grup dioperasikan oleh PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) dan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pendapatan AirAsia Indonesia anjlok 51%-75% lantaran terpukul pandemi COVID-19.

Imbasnya, perusahaan milik Tony Fernandes asal Malaysia tersebut harus merumahkan sebanyak 873 karyawan. AirAsia Indonesia juga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sembilan orang dari total 1.645 karyawan. Selain PHK, AirAsia juga melakukan pemotongan gaji sebesar 50% kepada 328 karyawan.

“Langkah berat tersebut mulai dilakukan AirAsia sejak pendapatan korporasi berkurang akibat penghentian sementara operasional penerbangan di rute domestik dan internasional selama tiga bulan,” ungkap Corporate Secretary AirAsia Indah Permatasari Saugi

Tags:
AirAsiaemitenkinerja emitenmalaysiamaskapai murahMaskapai penerbanganPandemi Covid-19Penumpang PesawatpesawatPT AirAsia Indonesia TbkTony FernandesUtang
Drean Muhyil Ihsan

Drean Muhyil Ihsan

Lihat Semua Artikel ›

%d blogger menyukai ini: