Masih Ditekan Pandemi, Pendapatan Acset Indonusa Milik Grup Astra Turun 14,4 Persen

29 Juli 2021 19:30 WIB

Penulis: Reza Pahlevi

Editor: Rizky C. Septania

Salah satu proyek konstruksi PT Acset Indonusa Tbk. / Astra.co.id

JAKARTA – Emiten konstruksi swasta, PT Acset Indonusa Tbk (ACST), mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 14,4% menjadi Rp644,07 miliar pada semester I-2021. Pada periode yang sama tahun lalu, ACST mencatatkan pendapatan sebesar Rp784,76 miliar.

Perolehan pendapatan perusahaan di bawah grup Astra ini didominasi oleh sektor konstruksi sebesar 47,0%. Selanjutnya, infrastruktur berkontribusi sebesar 40,2%, fondasi sebesar 8,4% dan sektor lainnya sebesar 4,4%. 

Presiden Direktur ACST Idot Supriadi mengatakan di tengah kondisi pandemi yang menantang akibat pandemi, ACST terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan kinerja.

Operational excellence dengan disiplin finansial masih menjadi agenda besar ACSET di tahun ini dan perseroan percaya bahwa upaya-upaya yang dilakukan di internal masih berada pada jalur yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut,” ujarnya dalam siaran pers yang dikutip Kamis, 29 Juli 2021.

Meski mencatat penurunan pendapatan, ACST masih konsisten mencatatkan perbaikan pada beban dan biaya keuangan. Ini pun membuat ACST berhasil menekan rugi bersih 39,26% menjadi Rp153,17 miliar dari sebelumnya Rp252,2 miliar.

Terdapat peningkatan kas dan setara kas sebesar Rp25,34 miliar pada semester I-2021. Ini membuat posisi kas akhir periode sebesar Rp98,62 miliar, naik dari posisi kas awal periode yang sebesar Rp73,4 miliar.

Aset perusahaan tercatat sebesar Rp2,92 triliun, turun tipis dari aset akhir 2020 yang sebesar Rp3,05 triliun. Liabilitas tercatat sebesar Rp2,75 triliun dengan ekuitas yang hanya sebesar Rp168,72 miliar.

Kontrak baru ACST semester I-2021

Hingga periode ini, ACST mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp191,38 miliar. Perolehan kontrak baru ini terdiri dari proyek bidang fondasi dan infrastruktur.

Beberapa di antaranya adalah pekerjaan bidang fondasi di BUMN Center, Jembatan Layang Arumaya Residence dan Jalur Kereta Api Bogor-Sukabumi. Seluruh proyek fondasi dikerjakan oleh anak usaha ACSET yakni PT Acset Pondasi Indonusa.

Sementara itu, pada bidang infrastruktur, ACST mendapatkan kontrak baru di pekerjaan perbaikan Tol Cipali KM 122, Underpass Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati dan penanganan longsor Tol Balaraja Timur KM 1.

 

Berita Terkait