Marketing Sales Ciputra Development Capai Rp3,6 Triliun per Semester I-2021

10 September 2021 12:02 WIB

Penulis: Aprilia Ciptaning

Editor: Amirudin Zuhri

Rumah mewah sekitar Rp2 miliar di CitraLand Celebes Makassar milik PT Ciputra Development Tbk (CTRA) / Ciputradevelopment.com

JAKARTA - Emiten properti PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan marketing sales sebesar Rp3,6 triliun hingga semester I-2021. Jumlah ini setara dengan 61% dari target marketing sales yang dibidik tahun ini, yakni Rp5,87 triliun.

Direktur Utama CTRA Candra Ciputra menjelaskan, hasil tersebut didominasi oleh proyek utama perseroan, yakni Citra Land Surabaya sebesar Rp486 miliar.

“Selain itu, CitraRaya Tangerang sebesar Rp407 miliar, CitraLand Gama City Medan Rp354 miliar, dan Citra Sentul Raya Rp278 miliar,” jelasnya dalam Public Expose secara daring, Jumat, 10 September 2021.

Sementara itu, kontribusi dari proyek lainnya, seperti CitraGarden City Jakarta Rp231 miliar, Ciputra World 2 Jakarta Rp171 miliar, Citra Indah City Jonggol Rp121 miliar, Citra Maja Raya Rp107 miliar, dan CitraLand Palembang Rp72 miliar.

Berdasarkan produknya, rumah dan kavling tanah menyumbang kontribusi terbesar, yakni mencapai 79%. Selanjutnya diikuti oleh produk apartemen sebesar 12%, ruko 8%, dan kantor strata 1%.

Disebutkan, unit dengan harga di bawah Rp2 miliar masih mendominasi marketing sales, dengan profil pembeli end-user.

Belum lama ini, perseroan juga meluncurkan dua proyek baru dan sembilan klaster atau tower di enam proyek eksisting dengan nilai marketing sales sebesar Rp831 miliar.

Kinerja semester I-2021

Sepanjang paruh pertama tahun ini, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,02 triliun. Jumlah ini meningkat 43,4% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,8 triliun.

Penjualan rumah hunian dan ruko berkontribusi paling besar pada total pendapatan yaitu sebesar Rp2,04 triliun. Selanjutnya, penjualan kantor tercatat Rp548,96 miliar, apartemen tercatat Rp298,82 miliar, dan terakhir kavling tercatat Rp301,42 miliar. Total penjualan ini tercatat sebesar Rp3,19 triliun.

Sementara itu, pendapatan usaha dari rumah sakit tercatat Rp368,44 miliar, pusat niaga tercatat Rp212,01 miliar, hotel Rp116,4 triliun, sewa kantor Rp108,47 miliar, lapangan golf Rp18,75 miliar, dan lain-lain Rp4,74 miliar. Total pendapatan usaha ini sebesar Rp828,82 miliar.

Laba kotor CTRA tercatat sebesar Rp1,96 triliun pada semester I-2021. Jumlah ini meningkat 51,3% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,29 triliun.

Akhirnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk CTRA tercatat sebesar Rp483,47 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, CTRA mencatat laba bersih sebesar Rp169,51 miliar.

Total liabilitas tercatat sebesar Rp22,27 triliun dengan liabilitas jangka pendek tercatat Rp9,34 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp12,93 triliun. Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar Rp18,09 triliun.

Terdapat kenaikan kas dan setara kas sebesar Rp1,1 triliun hingga semester I-2021. Ini membuat posisi kas CTRA tercatat Rp6,39 triliun. Pada awal tahun, posisi kas tersebut tercatat Rp5,27 triliun.

Aset CTRA tercatat sebesar Rp40,36 triliun, meningkat tipis dari posisi aset akhir 2020 yang sebesar Rp39,25 triliun. Aset lancar tercatat sebesar Rp21,72 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp20,64 triliun.

Berita Terkait