Mantap! Transaksi GoSend Melonjak 40 Persen Sepanjang Pandemi COVID-19

26 September 2021 05:05 WIB

Penulis: Laila Ramdhini

Editor: Laila Ramdhini

GoTo Group memiliki tiga pilar bisnis utama yaitu layanan on-demand, e-commerce dan jasa keuangan/finansial. Saat ini untuk jasa layanan on-demand Gojek memiliki GoCar, GoRide, GoSend, GoBlueBird, GoBox dengan total mitra Gojek mencapai 2 juta.

JAKARTA – Perusahaan rintisan GoJek meraih peningkatan transaksi GoSend sebesar 40% selama pandemi COVID-19. Angka ini terdongkrak permintaan layanan pengiriman dari e-commerce seperti Tokopedia dan penjual di media sosial.

Head of Logistics Business Gojek Steven Halim mengatakan, banyak masyarakat membutuhkan layanan pengiriman barang dengan cepat selama pandemi Covid-19. "Kami mencatat, permintaan layanan meningkat signifikan dibanding sebelum pandemi," kata dia saat konferensi pers virtual, Jumat, 24 September 2021.

Transaksi e-commerce misalnya, melonjak di tengah pandemi COVID-19. Bank Indonesia (BI) memperkirakan transaksi e-commerce Rp395 triliun atau tumbuh 48,4% secara tahunan (year on year/yoy).

Adapun Gojek dan Tokopedia bergabung, lalu membentuk entitas baru GoTo sejak Mei 2021. Keduanya pun rutin memberikan promosi GoSend.

Selain e-commerce, GoSend kebanjiran permintaan layanan pengiriman dari penjual di media sosial alias social seller. Gojek pun mencatat, jumlah pengguna Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggunakan layanan GoSend meningkat dua kali lipat tahun ini.

"Maka, kami gencar memberikan berbagai layanan terbaik bagi social seller," kata Steven.

Sementara, Hasil survei McKinsey bertajuk ‘Indonesian Consumer Sentiment During the Coronavirus Crisis’ pada Juli 2020 menunjukkan bahwa pembelian kebutuhan sehari-hari dan makanan secara daring meningkat dibandingkan dengan sebelum ada pandemi COVID-19.

Dalam laporan McKinsey berjudul ‘The Digital Archipelago: How Online Commerce is Driving Indonesia’s Economic Development’ pada 2018, penjualan di e-commerce diprediksi tumbuh delapan kali lipat menjadi US$40 miliar pada 2022.

Sedangkan penjualan di social commerce diramal US$25 miliar. Proyeksi ini belum menghitung dampak pandemi virus corona.

GoSend pun menyiapkan empat strategi untuk terus mendongkrak transaksi, yakni memberikan harga yang kompetitif, kemudian memperbanyak akses pengantaran ke berbagai kota.

“Saat ini, GoSend baru menjangku 75 kota di Indonesia. Kami terus perluas, agar semua orang bisa menikmati layanan pengantaran," kata Marsela.

Strategi ketiga, Gojek memperluas kolaborasi dengan e-commerce atau marketplace.

Terakhir, Gojek menggelar promo salah satunya GoSend membuat membuat program promo bertajuk #CepetanGoSendInstant hingga akhir bulan depan. Gojek menawarkan diskon hingga Rp 150 ribu.

Tulisan ini telah tayang di starbanjar.com oleh Redaksi Starbanjar pada 25 Sep 2021 

Berita Terkait