Mantap! Kawasan Kumuh di Gresik Bakal Disulap jadi Ikon Baru Wisata

14 Juni 2022 19:03 WIB

Penulis: Liza Zahara

Editor: Liza Zahara

Konsep revitalisasi pada GKL/ Foto: Kementerian PUPR (null)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan revitalisasi kawasan kumuh di Gresik Kota Lama (GKL) Jawa Timur dengan anggaran Rp38,3 miliar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penataan kawasan kumuh untuk mencapai target 0% melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Program ini wujud kolaborasi antara Kementerian PUPR dan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mendukung dan memberdayakan warga setempat sebagai selaku pembangunan.

"Penataan kawasan kumuh seperti ini bukan hanya dilakukan di pemukiman bantar sungai, tapi juga di tempat lain seperti pemukiman dekat tempat pembuangan sampah atau kampung padat penduduk di perkotaan," kata Basuki dalam keterangan resmi, Senin, 13 Juni 2022.

Penataan kawasan GKL ini meliputi Kampung Arab, Kampung Kolonial, dan Kampung Pecinan. Adapun lingkup penataan meliputi pekerjaan drainase kota, pekerjaan tanah, perkerasan berbutir dan perkerasan beton semen, perkerasan beraspal, struktur, pengambalian kondisi, dan pekerjaan minor serta sumur bor.

Penataan pada Kawasan Kampung Arab diharapkan bisa mendorong perkembangan wisata religi yang menjadi satu kesatuan dengan Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim.

Sedangkan di Kawasan Kampung Kolonial yang akan menjadi satu kesatuan dan terintegrasi dengan Kampung Kemasan, Kampung Arab, dan Kampung Pecinan.

Di sisi lain, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Muhammad Reva menambahkan, selain mengubah wajah kawasan heritage Gresik menjadi salah satu ikon wisata Kota Gresik, penataan ini juga bertujuan untuk mengurangi genangan air di Kecamatan Gresik.

Berita Terkait