Mantap! Antam Target Jual 18 Ton Emas 2021

15 Februari 2021 09:01 WIB

Penulis: Drean Muhyil Ihsan

Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Foto. Ismail Pohan/TrenAsia

JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menargetkan penjualan emas tahun ini turun 14,2% pada 2021 menjadi 18 ton dari tahun sebelumnya 21,7 ton. Tidak hanya itu, Antam juga menargetkan pertumbuhan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama seperti feronikel, bijih nikel, emas, dan bijih bauksit pada tahun 2021.

Sekretaris Perusahaan Aneka Tambang Kunto Hendrapawoko menyatakan bahwa pihaknya menargetkan volume dan produksi penjualan feronikel sebanyak 26.000 ton (TNi) pada tahun ini.

Target tersebut relatif stabil dengan capaian produksi dan penjualan unaudited tahun 2020 yang masing-masing sebesar 25.970 TNi dan 26.163 TNi.

“Target produksi tersebut sejalan dengan optimalisasi produksi pabrik feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara,” ujarnya melalui pengumuman bursa, dikutip Minggu 14 Februari 2021.

Sementara itu, perseroan menargetkan 8,44 juta wet metric ton (wmt) bijih nikel di 2021. Target ini melonjak hingga 77% dari realisasi produksi bijih nikel unaudited tahun lalu sebesar 4,76 juta wmt.

Peningkatan produksi bijih nikel ini, kata Kunto, akan digunakan perseroan untuk bahan baku pabrik feronikel Antam sekaligus mendukung penjualan ke pelanggan domestik.

Sedangkan perusahaan pelat merah ini menargetkan penjualan bijih nikel tembus 6,71 juta wmt atau meroket 104% dibandingkan capaian penjualan bijih nikel unaudited tahun lalu sebesar 3,30 juta wmt.

“Peningkatan target penjualan bijih nikel tersebut seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri,” tambahnya.

Pada komoditas emas, Antam menargetkan produksi sebesar 1,37 ton emas dari tambang emas Pongkor dan Cibaliung, dengan target penjualan emas mencapai 18 ton pada tahun 2021.

Kunto bilang, pihaknya akan fokus pada pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar domestik pada tahun ini.

Sebelumnya, Antam merilis produk logam mulia edisi Imlek Tahun Kerbau pada awal Februari 2021. Selain dalam rangka menyambut hari raya umat Konghucu, sambung Kunto, inovasi ini juga untuk meningkatkan nilai tambah produk emas.

Yang terakhir, Antam juga menargetkan produksi bijih bauksit tumbuh hingga 93% menjadi 3 juta wmt dibandingkan dengan realisasi produksi unaudited tahun sebelumnya sejumlah 1,55 juta wmt.

Peningkatan produksi sejalan dengan meningkatnya produksi alumina dan penjualan kepada pihak ketiga.

“Penjualan bijih bauksit tahun 2021 ditargetkan sebesar 2,73 juta wmt, meningkat 122 persen dibandingkan realisasi penjualan unaudited tahun 2020 sebesar 1,23 juta wmt,” pungkasnya. (SKO)

Berita Terkait