Mantap! Alfamart Siapkan Capex Rp3 Triliun untuk Tambah 850 Gerai

07 Mei 2021 23:09 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Ritel Alfamart milik PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) / Alfamart.co.id

JAKARTA – Pengelola ritel dan waralaba Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk berencana menambah maksimal 850 gerai baru pada tahun ini. Emiten berkode AMRT ini pun mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) berkisar Rp2,5 hingga Rp3 triliun.

Sekretaris Perusahaan Sumber Alfaria Trijaya Tomin Widian mengatakan perusahaannya menangkap sinyal positif dari efek vaksinasi terhadap mobilitas masyarakat mulai tahun ini.

“Diharapkan dengan proses vaksinasi yang berlangsung masyarakat bisa percaya diri melakukan mobilitas, termasuk belanja ke gerai kami,” kata Tomin dalam paparan publik, Kamis 6 April 2021.

Rencana capex dilakukan usai melihat kinerja keuangan perusahaan yang moncer pada tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, AMRT mendapatkan kenaikan pendapatan 3,95% dari Rp72,94 triliun pada 2019 menjadi Rp75,82 triliun pada 2020.

Selain vaksinasi, perusahaan juga berharap kepada momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini. Menurut Presiden Direktur AMRT Anggara Hans Prawira, Ramadan mengerek pendapatan perusahaan 15%-20%. Adapun perusahaan tercatat memiliki 17.538 gerai hingga akhir 2020.

“Ramadan sekarang memang pertumbuhan sales cukup bagus, ini relatif normal dibandingkan periode-periode sebelum pandemi,” kata Anggara dalam kesempatan yang sama.

Anak Usaha Fokus di Timur Indonesia

Langkah capex diikuti pula oleh anak usahanya, yakni PT Midi Utama Indonesia Tbk. Emiten berkode MIDI itu bakal menambah 200 gerai baru dengan alokasi dana Rp1 triliun.

Rinciannya, sebanyak 60% dana capex bakal digunakan untuk perluasan gerai baru, sementara 40% sisanya dialokasikan untuk renovasi dan perpanjangan sewa gerai dan gudang eksisting.

“Ada beberapa toko yang sewanya sudah mau habis, kalau potensial kami akan perpanjang,” kata Direktur Keuangan Midi Utama Indonesia Suantopo Po dalam kesempatan yang sama.

MIDI membidik pembukaan gerai baru di wilayah timur Indonesia. Pasalnya, Suantopo menilai tingkat pertumbuhan geari di pulau Sumatera dan Jawa sudah sulit dilakukan perusahaan.

Sepanjang kuartal I-2021, MIDI telah merealisasikan 63 gerai baru. Secara keseluruhan, total gerai yang dimiliki MIDI mencapai 1.884 unit di berbagai wilayah di Indonesia. (LRD)

Berita Terkait