Mantap! 7 Perusahaan Indonesia Masuk Daftar 2000 Perusahaan Publik Terbesar Versi Forbes! Ini Daftarnya

18 Mei 2022 17:40 WIB

Penulis: Rizky C. Septania

Editor: Rizky C. Septania

(null)

JAKARTA- Forbes kembali merilis daftar 2000 perusahaan publik terbesar tahun ini. Mengutip dari laman Forbes, perusahaan ini dinilai mampu untuk meningkatan penjualan dan kinerja dari tahun lalu.

Adapun metode pemeringkatan daftar perusahaan dilihat  dengan mengacu pada empat indikator. Antara lain penjualan, keuntungan, aset, serta nilai pasar.

Dari 2000 daftar perusahaan, tujuh perusahaan asal Indonesia masuk ke dalam urutan. Siapa saja mereka? berikut ulasannya.

1. Bank BRI

Bank pelat merah ini berhasil menyabet gelar sebagai perusahaan publik terbesar se-Indonesia versi Forbes. Pada peringkat global, BRI menduduki peringkat ke-349 dari 2000 perusahaan.

Pada laporan Forbes, BRI mencatatkan sales tahunan sebesar US$12,77 miliar atau setara Rp187,79 triliun rupiah (asumsi kurs 14.440 per dolar AS). Sedangkan laba perushaan tahunan sebesar US$2,17 miliar atau setara Rp31,9 triliun.

Aktiva perusahaan tercatat sebesar US$117,74 miliar atau setara Rp1,73 kuadriliun Kemudian nilai pasar mencapai US$50,14 miliar atau setara Rp737.3 triliun.

2. Bank Mandiri

Daftar selanjutnya masih dipegang oleh bank pelat merah. Menempati peringkat ke 489 secara global, Bank Mandiri berhasil menyusul BRI sebagai perusahaan publik terbesar versi Forbes 2022.

Pada laporan Forbes, Bank Mandiri mencatatkan sales tahunan sebesar US$9,53 miliar atau setara Rp140,1 triliun rupiah. Sedangkan laba perusahaan tahunan sebesar US$1,96 miliar atau setara Rp28,8 triliun.

Aktiva perusahaan tercatat sebesar US$121,09 miliar atau setara Rp1,78 kuadriliun. Kemudian nilai pasar mencapai US$26,8 miliar atau setara Rp394,1 triliun.

3. Bank BCA

Bank BCA menempati urutan ke tiga sebagai perusahaan publik terbesar ke Indonesia versi Forbes. Bank Swasta yang dimiliki orang terkaya se Indonesia, Hartono Brothers ini berada di peringkat ke-517 secara global.

Bank BCA mencatatkan sales tahunan sebesar US$6,1 miliar atau setara Rp89,7 triliun . Sedangkan laba perusahaan tercatat sebesar US$2,26 miliar atau setara Rp33,23 triliun .

Aktiva perusahaan tercatat sebesar US$87,69 miliar atau Rp1,2 kuadriliun Sedangkan nilai pasarnya mencapai US$ 7,62 miliar atau Rp994,4 triliun.

4. Telkom Indonesia


 

Perusahaan telekomunikasi pelat merah Indonesia, Telkom Indonesia menempati urutan ke-empat sebagai perusahaan publik terbesar se Indonesia. Di peringkat global, Telkom Indonesia menempati urutan ke-745 dari 2000 perusahaan.  

Telkom Indonesia mencatatkan sales tahunan sebesar US$10,02 miliar atau setara Rp147,3 triliun. Sedangkan laba perusahaan tercatat sebesar US$1,73 miliar atau setara Rp25,44 triliun .

Aktiva perusahaan tercatat sebesar US$19,45 miliar atau Rp268 triliun Sedangkan nilai pasarnya mencapai US$31,88 miliar atau Rp468 triliun.

5. Bank BNI


Bank BNI menjadi perusahaan pelat merah ke-empat yang masuk dalam daftar perusahaan publik terbesar se-Indonesia. Menempati peringkat global ke 1153 dari 2000 perusahaan dunia, BNI berada di urutan ke-lima.

Bank BNI mencatatkan sales tahunan sebesar US$4,82 miliar atau setara Rp71,32 triliun. Sedangkan laba perusahaan tercatat sebesar US$762 juta atau setara Rp11,21 triliun .

Aktiva perusahaan tercatat sebesar US$67,7 miliar atau Rp995,5 triliun Sedangkan nilai pasarnya mencapai US$12,13 miliar atau Rp178,3 triliun.


6. Bayan Resources

Urutan ke-enam untuk perusahaan publik terbesar di Indonesia ditempati oleh Bayan Resource. Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan ini berada di peringkat ke-1750 dari 2000 perusahaan global.

Bayan Resources mencatatkan penjualan sebesar US$2,85 miliar atau setara Rp41,9 triliun. Sedangkan laba perusahaan tercatat sebesar US$1,21 miliar atau Rp17,7 triliun.

Aktiva perusahaan sebesar US$2,43 miliar atau Rp35,7 triliun. Kemudian nilai pasarnya sebesar US$9,82 miliar atau setara Rp144,4 miliar.

 

7. Saratoga Investama
 

Perusahaan investasi besutan Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno ini menempati posisi sebagai perusahaan publik terbesar ke-tujuh di Indonesia.

Berdasarkan data Forbes, Saratoga mencatat penjualan sebesar US$123 juta atau sekitar Rp1,8 triliun. Laba perusahaan tercatat sebesar US$1,74 miliar atau kisaran Rp25,5 miliar .

Kemudian Aktiva perusahaan sebesar US$4,29 atau kisaran Rp63,08. kemudian nilai pasar sebesar US$3,38 atau Rp49,7 triliun.

 

 

Berita Terkait