Pendapatan Bunga Naik 42 Persen, Laba Bersih Allo Bank Justru Turun Rp9.9 Miliar pada Semester I-2021

03 Agustus 2021 13:02 WIB

Penulis: Muhamad Arfan Septiawan

Editor: Amirudin Zuhri

Kantor Bank Harda International(Allo Bank) / Bankbhi.co.id

JAKARTA - PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mencatatkan penurunan kinerja pada semester I-2021. Bank yang dicaplok taipan Chairul Tanjung ini mengalami kemerosotan laba bersih hingga 30,25% year on year (yoy).

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Laba bersih BBHI merosot menjadi Rp22,92 miliar pada semester I-2021 dari sebelumnya Rp32,86 miliar atau sekitar Rp9.94 miliar pada semester I-2020.

Hal ini berakibat pada laba per saham (earning per share/EPS) BBHI yang terkorelasi dari Rp15,71 pada semester I-2020 menjadi Rp10,96 per lembar pada semester I-2021. Adapun secara tahun berjalan (year to date/ytd), saham BBHI telah mengalami penguatan hingga 1605,9%.

Padahal, pendapatan BBHI mengalami peningkatan pesat pada paruh pertama tahun ini. Pendapatan bunga BBHI melesat double digit hingga 42,46% yoy dari Rp89,61 miliar menjadi Rp127,66 miliar pada peruh pertama tahun ini.

Lebih rinci, penerimaan ini terdiri dari pendapatan kredit Rp52,70 miliar, penempatan pada Bank Indonesia (BI) Rp1,31 miliar, pendapatan efek-efek Rp73,59 miliar, dan penempatan pada bank lain Rp53,06 miliar.

Setelah dikurangi beban bunga sebesar Rp74,19 miliar, pendapatan bunga bersih yang dicetak BBHI pada semester I-2021 ini mencapai Rp53,47 miliar. Realisasi itu lebih tinggi dibandingkan capaian pada semester I-2020 yang hanya menembus Rp29,58 miliar.

Selain itu, BBHI juga mendapat pendapatan operasional lainnya sebesar Rp1,93 miliar. Realisasi ini turun 24% yoy dari capaian semester I-2020 yang sebesar Rp2,40 miliar.

Lonjakan Dua Pos

Di sisi lan, BBHI mengalami lonjakan pada dua pos laporan, yakni aset dan liabilitas.  Hal ini disebabkan adanya aksi korporasi penempatan deposito di perusahaan pemegang saham pengendali BBHI, yakni PT Mega Corpora.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), BBHI tercatat melakukan pembelian surat berharga sebesar Rp1,83 triliun. Surat berharga itu terdiri dari deposito senilai Rp750 miliar yang nantinya bakal dikonversi menjadi modal usai mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, ada pula surat berharga repo sebesar yang dibeli BBHI sebesar Rp1,22 triliun. Nilai aset BBHI meleset 63,23% dari Rp2,58 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp4,22 triliun pada akhir Juni 2021. 

Aksi korporasi ini membuat total aset BBHI membengkak hingga hingga 63,23% . Nilai aset Allo Bank merangkak dari Rp2,58 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp4,22 triliun pada akhir Juni 2021. 

Selain mempengaruhi perolehan aset, Secara beriringan, total liabilitas BBHI juga meroket 72,72% dari Rp2,23 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp3,86 triliun pada akhir Juni 2021.

Berita Terkait